Lomba Masak Makanan Khas Kalimantan Barat

September 22, 2011 at 16:38 Leave a comment

PONTIANAK – Potensi alam yang ada di hutan, laut, dan sungai Kalimantan Barat juga diikutsertakan dalam Festival Budaya Bumi Khatulistiwa. Semuanya dikemas menarik menjadi makanan dalam lomba makanan serba ikan khas Kalbar, Rabu (21/9). Salah satunya buah tengkawang tungkul, yang dimasak bersama kulat dan rebung.”Ini buah tengkawang tungkul yang bisa menjadi bahan baku lipstik. Sekarang sudah susah diperoleh, kami hanya mendapat sedikit,” ujar Dayang Masnah, salah satu anggota tim peserta lomba masak dari Kabupaten Sekadau di Komplek Museum Kalbar, kemarin.Tengkawang tungkul merupakan sejenis tanaman meranti dengan nama latin shorea stenoptera burck. Tanaman ini khas hutan Kalbar. Biasanya biji dari buah tersebut diproses untuk diambil minyaknya, serta digunakan untuk pengolahan makanan cokelat, kosmetika, sabun, dan lilin. Tetapi ditangan Dayang dan teman-temannya, buah tengkawang tungkul bisa dimakan.
”Kami rendam dulu dengan air garam selama tiga hari. Lalu dimasak dengan rebung kering dan kulat (cendawan). Rebung dan kulat ini juga banyak di hutan kita. Coba saja cicipi rasanya,” kata Dayang sambil memberikan hasil masakannya.

Ketika dimakan, tekstur buah tengkawang terasa padat seperti tekstur cokelat. Hanya rasanya berbeda. Tidak manis, dan terasa pas asinnya. Tak hanya buah tengkawang, dalam lomba makanan serba-ikan khas Kalbar itu juga ditemukan buah-buah hutan lainnya. Misalnya pekawai, langir, kelili, labu, dan lainnya. Sesuai dengan judul lomba, semuanya dipadukan dengan masakan berbahan dasar ikan. Ada ikan jelawat, tuna, baung, patin, tapah, seladang, dan jenis ikan lainnya.Lomba memasak diikuti 11 peserta dari 11 kabupaten di Kalbar. Sayangnya, satu kabupaten, Sambas, dan dua kota yakni Singkawang dan Pontianak tidak ikut serta. Padahal perlombaan diselanggarakan di Pontianak.

Ketua Panitia Lomba Makanan Serba Ikan Khas Kalbar Mieske Anggraini mengatakan semua kabupaten dan kota diundang untuk mengikuti lomba. ”Menurut perkiraan kami, mungkin ada yang tidak siap. Tetapi undangan sudah kami kirimkan,” ujar Mieske.Ia menjelaskan perlombaan sengaja menggunakan bahan dasar ikan karena banyak vitaminnya. Lomba juga tidak boleh menggunakan bahan-bahan dari luar Kalbar seperti keju. ”Kami ingin menunjukkan bahwa potensi tanaman di Kalbar juga bisa olah menjadi makanan. Biaya tidak menjadi penilaian, karena belum tentu makanan mahal juga terjamin ada gizinya,” kata Mieske. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ratna Yuniar berharap dengan adanya perlombaan tersebut dapat mempromosikan masakan khas Kalbar. Apalagi perlombaan dirangkaikan dengan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa X. ”Di Kalbar banyak bumbu yang bisa digunakan untuk masak. Yang terpenting adalah cara pengolahan dan tetap memperhatikan nilai gizinya,” ujar Ratna.

Dalam perlombaan tersebut, juara pertama diraih Kabupaten Pontianak dengan masakan Pais Putri Chandramidi, Ikan Masak Berempah, dan beberapa jenis makanan lainnya. Juara kedua diraih Kabupaten Sanggau dengan masakah Pais Gondang Patikala, Tongkat Tebu Toluk, Serbat Ikan, Peletuk Ikan, dan lainnya. Juara ketiga diraih Kapuas Hulu dengan makanan Sambal Udang Tempoyak, Asam Pedas Seladang Campur, Peletuk Ikan Bilis, dan lainnya.

Advertisements

Entry filed under: Pontianak. Tags: , , , .

Brajamusti Basketball Open Tournament 2011 Peringatan Titik Kulminasi Matahari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: