Distribusi BBM ke Hulu Bermasalah

September 7, 2011 at 14:14 Leave a comment

Pontianak – PT Pertamina diminta serius menggarap pembangunan tempat penampungan minyak (jobber) di Sanggau. Hal itu dipandang perlu untuk mempermudah distribusi BBM di wilayah hulu Kalbar.

“Pertamina harus tegas terhadap pembangunan jobber tersebut,” desak Sofyano Zakaria, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) kepada Equator, Minggu (4/9).

Rencana pembangunan jobber di Kabupaten Sanggau sudah lama bergulir. Namun hingga sekarang, prosesnya tak kunjung menemui kejelasan. “Jika perlu, Pertamina menunjuk pihak lain untuk membangun jobber tersebut,” pinta Zakaria.

Keberadaan jobber di Kabupaten Sanggau dinilai sangat bermanfaat untuk mempermudah pendistribusian BBM di wilayah perhuluan Kalbar. “Dengan adanya jobber, tentu pendistribusian BBM di wilayah perhuluan tidak akan menemui hambatan,” yakin Zakaria.

Seperti diketahui, sejak awal Agustus hingga sekarang, PT Pertamina wilayah Kalbar mengalami kesulitan mendistribusikan BBM ke wilayah Kabupaten Sintang dan sekitarnya. Proses distribusi BBM ke Depot Sintang yang biasanya dilakukan menggunakan ponton tidak dapat lagi dilaksanakan karena pendangkalan Sungai Kapuas antara Sanggau dan Sintang.

Dalam satu bulan, PT Pertamina Wilayah Kalbar biasanya menyuplai (voyage) 3 ponton BBM ke Sintang. Volume ponton berkisar 500 hingga 1.500 kilo liter BBM jenis solar maupun premium, maupun minyak tanah. BBM tersebut selanjutnya distribusikan ke kabupaten Sintang, Sekadau, Melawi, dan Kapuas Hulu.

Ponton tersebut memiliki draft di atas 2 meter. Sementara tugboat untuk menariknya memiliki draft diatas 3 meter. Namun karena kedangkalan sungai hanya berkisar 2 meter, distribusi pun terganggu.

Pertamina memang sudah berupaya mengatasi kedangkalan ini dengan mendistribusikan 250 kiloliter premium dan 150 kiloliter solar subsidi per hari untuk wilayah Sintang dan sekitarnya menggunakan mobil tangki.

Mobil-mobil tangki tersebut mengambil BBM langsung dari pontoon yang bersandar di wilayah Sanggau. Meski tidak ada kenaikan harga BBM di wilayah Sintang dan sekitarnya, namun kondisi ini membuat biaya distribusi membengkak sekitar 40 persen.

Sales Representative PT Pertamina Retail VI Kalbar, John Haidir membenarkan ada rencana pembangunan jobber itu. “Lokasinya di Sanggau,” katanya tanpa menyebutkan secara rinci lokasi dimaksud.

John Haidir menjelaskan jobber itu masih dalam proses pembangunan. “Saya tidak bisa berkomentar banyak karena prosesnya bukan di Kalbar, tapi di pusat (Pertamina pusat, red),” pungkasnya.

Advertisements

Entry filed under: Mempawah, Pontianak, Sanggau. Tags: , , , , , , .

PLN Siap Tertibkan Biaya Pasang Listrik Brajamusti Basketball Open Tournament 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: