Kalbar Sulit Mempunyai Embarkasi Haji

September 5, 2011 at 13:39 Leave a comment

PONTIANAK – Perjuangan Kalimantan Barat untuk memiliki bandara embarkasi haji sendiri masih sangat berat. Soalnya, ada banyak kriteria yang belum dapat dipenuhi oleh daerah ini. Demikian menurut Kepala Bidang Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama Kalimantan Barat, H Abdul Rojak.Karena itu, untuk sementara para jamaah haji asal Kalbar masih tergabung ke dalam Embarkasi Batam. Di Embarkasi Batam, selain jamaah asal Kalbar, juga bergabung jamaah asal Riau, Kepulauan Riau dan Jambi. Untuk memiliki embarkasi sendiri, kata Abdul Rojak, setidaknya jumlah jamaah haji mencapai sekitar 6.000 orang.
“Kita di Kalbar kuotanya cuma 2.339 orang, jadi masih jauh sekali,” katanya belum lama ini. Abdul Rojak mengakui, patokan jumlah jamaah sebanyak 6.000 orang tersebut dapat merupakan kuota murni dari suatu daerah/provinsi ataupun kuota gabungan dari beberapa daerah/provinsi sehingga ada kemungkinan Kalbar untuk mengajak provinsi lain bergabung.

Namun, kemungkinan itu tetap dirasakan sulit direalisasikan. Soalnya, saat ini provinsi-provinsi lain di Kalimantan sudah memiliki embarkasi yaitu Embarkasi Banjarmasin dan Embarkasi Balikpapan. Kalaupun ingin bergabung, mereka akan cenderung ke Banjarmasin karena akses jalan darat yang sudah baik. Provinsi Kalsel saat ini bergabung dengan Kalteng di Embarkasi Banjarmasin. Sedangkan Kaltim bergabung dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Utara di Embarkasi Balikpapan.

Di samping itu, kondisi fasilitas bandara Supadio Pontianak pun masih belum memadai guna menjadi pusat pemberangkatan jamaah haji. Untuk mendukung embarkasi, landasan di bandara  harus mampu didarati oleh pesawat dengan ukuran besar. “Paling tidak pesawat yang bisa muat mengangkut 450 orang. Kita belum bisa,” ujar Abdul Rojak. Seperti diketahui, pemerintah bersama PT Angkasapura II sekarang sedang berupaya meningkatkan fasilitas di Bandara Supadio, baik terminal maupun landasan pacu (runway). Di seluruh Indonesia, saat ini terdapat 11 embarkasi haji yaitu Aceh, Medan, Batam, Padang, Palembang, Jakarta, Solo, Surabaya, Banjarmasin, Balikpapan dan Makassar.  Melihat kenyataan yang ada, Abdul Rojak menilai, upaya Kalbar untuk memiliki embarkasi haji sendiri relatif berat.

“Berat karena penduduk kita memang belum banyak. Kecuali kalau ada perubahan aturan,” jelasnya. Namun, ketiadaan embarkasi tersebut bukan merupakan suatu halangan bagi masyarakat muslim Kalbar untuk menunaikan ibadah haji yaitu dengan bergabung ke embarkasi di provinsi lain meskipun harus menambah biaya transportasi lokal.  Ia pun mengungkapkan, beberapa tahun lalu, jamaah haji Kalbar sempat bergabung ke Embarkasi Jakarta. Saat itu, biaya transportasi lokal relatif lebih murah daripada saat bergabung dengan Embarkasi Batam. “Tetapi dari segi keamanan dan kenyamanan, di Batam lebih baik. Di Batam tidak macet seperti Jakarta dan asrama hajinya pun tidak terlalu padat,” ujarnya.

Advertisements

Entry filed under: Pontianak. Tags: , , , , .

Angkutan Sungai di Sejangkung Seadanya Kebakaran Di Ngabang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: