Golkar Bantah Sponsor Aliaspar

September 5, 2011 at 14:06 Leave a comment

Ketapang – Tudingan saksi pelapor kasus penggelembungan suara, Ismail Sukirman, bahwa Partai Golkar Ketapang telah ‘mensponsori’ Aliaspar dibantah Ketua DPD Golkar Ketapang, Yasyir Ansyari.

Menurut Yasyir tudingan tersebut sangat tidak berdasar dan menunjukkan ketakutan yang berlebihan.

“Itu hanya ketakutan yang berlebihan. Mereka kebakaran jenggot sendiri. Ini bukan sengketa pemilu. Wajar akhirnya kalau hakim meminta bukti sedetail-detailnya,” kata dia kepada Equator ketika dihubungi via HP.

Dikatakannya, dalam pemilu itu tidak ada konsekuensi harus masuk penjara. Ia menilai majelis hakim sudah memutuskan dengan arif. Ia juga menanyakan mengapa para saksi tak menghadirkan bukti-bukti detail yang diminta majelis hakim. Dinilainya, adanya upaya menjebloskan Aliaspar ke ke penjara.

“Itu karena kesombongan mereka sendiri. Kenapa mereka tidak menghadirkan semua fakta. Kenapa fakta-fakta tidak dihadirkan,” cecarnya.

Yasyir juga mengatakan bahwa tudingan Golkar ‘mensponsori’ Aliaspar sebagai tudingan yang kekanak-kanakan.

Menurut dia, Golkar atau partai apa pun tidak bisa untuk mengintervensi pengadilan. Kalaupun mengintervensi, biasanya datang dari para penguasa. Sedangkan Golkar saat ini bukan penguasa.

“Tudingan itu bullshit (omong kosong, red). Saya bukan penguasa. Majelis hakim juga dalam memutuskan tentu sangat berhati-hati. Mereka terikat dengan kode etik. Jadi jangan meremehkan pengadilan. Itu sama halnya menghina pengadilan,” tegasnya.

Meski demikian bukan berarti ia menuding penguasa saat ini telah mengintervensi pengadilan dalam kasus Aliaspar. Melihat putusan yang dijatuhkan majelis hakim, Yasyir menganggap Bupati Ketapang, Henrikus, tak melakukan intervensi atas kasus tersebut. “Kita bersyukur Bupati tidak intervensi dan dalam hal ini Bupati masih lurus-lurus saja,” ungkapnya.

Yasyir juga menyesalkan tindakan melaporkan Aliaspar. Dikatakannya, masih belum cukupkah memenangkan pilkada sampai harus menyeret mantan kepala sekolah itu ke meja hijau. Toh, pada akhirnya Aliaspar justru divonis bebas oleh pengadilan.

“Mari kita melihat ini sebuah proses pembelajaran. Bahwa kebohongan itu tidak akan bisa disembunyikan lama-lama. Ndak cukupkah menang pilkada sampai harus hendak memenjarakan Aliaspar. Biarlah kejadian ini membuka mata masyarakat terhadap apa yang sesungguhnya terjadi,” bebernya.

Sebelumnya bupati terpilih, Henrikus, pernah mengatakan tak akan mencabut laporan tersebut supaya menimbulkan efek jera. Ke depannya diharapkan kejadian serupa tak terulang kembali. Terlebih Aliaspar masih berstatus PNS. Henrikus juga menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut pada proses peradilan.

Advertisements

Entry filed under: Ketapang. Tags: , , , , , .

PAUD PKK Bina 30 Kelompok Anak Tidak Mampu Kaji Fenomena Gempa di Singkawang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: