Di Mempawah Elpiji Kian Langka

September 5, 2011 at 13:19 Leave a comment

PEMERINTAH Daerah melalui Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah  (UKM) secepatnya melalukukan sidak pasar  menyangkut mulai terjadinya kelangkaan elfiji yang begitu dibutuhkan warga pada saat lebaran tahun ini. Warga  Mempawah dan sekitarnya kesulitan dapatkan elpiji tiga kilogram. Padahal, kebutuhan masyarakat terhadap elpiji meningkat saat lebaran. Warga berharap Pemda dapat mengatasi masalah kelangkaan.“Sudah beberapa hari ini sulit mendapatkan elpiji. Baik di toko-toko maupun agen pengecer yang biasanya menjual elpiji. Kelangkaan mulai terjadi sekitar dua hari sebelum lebaran,” aku seorang pengecer.Diakui,  kelangkaan sama sekali sebagai pengecer tidak tahu. Padahal, keberadaan elpiji tetap lancar dan normal pada saat bulan puasa kemarin. Jadi, wajar saja kalau masyarakat kebingungan mendapatkan elpiji tersebut.


“Setiap harinya ada puluhan orang yang datang mencari elpiji. Saya sudah mencoba mencari pada beberapa agen langganan, mereka juga mengaku tidak ada stok elpiji. Demikian pula di SPBU yang sudah beberapa hari tidak menjual elpiji,” tuturnya.Terkait harga, menurut dia tidak dipermasalahkan. Sebab, elpiji merupakan salah satu kebutuhan masyarakat untuk keperluan sehari-hari. Khususnya untuk memasak makanan maupun minuman.“Biasanya saya mengambil elpiji di agen pengecer seharga Rp 13. 500 dan saya jual kembali dengan harga Rp 15.000. Jika mengambi elpiji dari SPBU seharga Rp 15.000 dan saya jual Rp 16.000. Kalau sudah langka seperti ini, harga tidak dipermasalahkan masyarakat asalkan elpijinya ada,” pendapatnya.

Karenanya, dia berharap agar pemerintah daerah dapat mengatasi masalah kelangkaan elpiji tersebut. Apalagi pada lebaran ini, aktifitas masyarakat didapur yang menggunakan elpiji lebih banyak dibandingkan hari biasanya.“Tidak ada alternatif lain. Jika tidak ada elpiji, maka masyarakat harus menggunakan minyak tanah. Sementara keberadaan minyak tanah saja sulit ditemukan. Kalau pun ada, harganya pasti mahal,” tukasnya.Sementara itu, Rina salah satu ibu rumah tangga mengaku bingung atas kelangkaan elpiji tabung tiga kilogram tersebut.

Dia berharap agar masalah kelangkaan itu segera diatasi dan keberadaan elpiji kembali normal seperti biasa.“Kalau tidak ada elpiji, saya juga bingung mau masak pakai apa. Untuk sementara waktu saya terpaksa menggunakan kompor dengan bahan bakar minyak tanah. Untuk minyak tanah saja sulit didapat dan harga cukup mahal. Mudah-mudahan kelangkaan elpiji ini dapat segera teratasi,” singkatnya. Sebagai konsumen Gatot meneesak Pemda melakukan sidak pasar, sekaligus melakukan pengawasan keapda apra pengeder maupun agen-agen jangan  sampai ada indikasi sengaja ditimbun hingga memunculkan besarnya jumlah permintaan akan terjadi kenaikkan harga  “Ingat, elfiji 3 kg harganya sudah disubsidi negara sebagai penangganti minyak tanah bersubsidi.. gen maupun penegcer jangan lakukan spekulasi, “pinta dia.

Advertisements

Entry filed under: Mempawah. Tags: , , , , , .

Liga Pedagang Angkutan Lebaran Semerawut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: