Angkutan Sungai di Sejangkung Seadanya

September 5, 2011 at 13:35 Leave a comment

SEADANYA: Kapal penyeberangan seadanya di sungai Sejangkung, Sambas. Perlu diperhatikan feri untuk menghubungkan desa-desa yang tak memiliki transportasi darat.

SARANA penyeberangan antar desa di Kecamatan Sejangkung, Kabupaten Sambas menjadi kebutuhan mutlak warga yang lokasinya dipisahkan sungai. Jika tak ada alat penyebrangan ini, warga harus memutar untuk sampai ke Desa yang letaknya di seberang Sungai Sejangkung. Kecamatan Sejangkung merupakan kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sambas dengan luas wilayah ± 855,00 Ha, dengan batas sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Galing dan Sajingan Besar. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Sambas dan Subah. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Sajingan Besar dan Kabupaten Bengkayang. Serta Sebelah Barat berbatasan dengan Teluk Keramat dan Galing.

Dengan diterbitkannya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 1996 tentang Pembentukan 16 (Enam Belas) Kecamatan di Wilayah Kabupaten Daerah Tingkat II Pontianak, Sanggau, Sambas, Sintang, Ketapang dan Kapuas Hulu Dalam Wilayah Propinsi Daerah Tingkat I Kalimantan Barat, maka Kecamatan Sejangkung berkurang menjadi ± 291,26 Ha, dengan 12 wilayah bawahan. Selain jalan yang tidak bagus, penghubung desa satu dengan desa lainnya di Kecamatan Sejangkung dipisahkan sungai Sejangkung. Karena hingga kini belum ada jembatan penghubung. Alat transportasi penyeberangan ini sangat dibutuhkan warga.Bukan kapal feri seperti lumrahnya kapal peyeberangan. Di Sejangkung, hanya kapal sederhana bermesin yang di nahkodai satu atau dua orang. Dipastikan kalau mereka yang menyeberang berasal dari dari daerah luar Kecamatan, akan sedikit ngeri.

Tapi, saat lebaran seperti ini,  sarana penyeberangan satu-satunya ini menjadi primadona. Sejak akhir puasa hingga lebaran hari ini, kapal sederhana ini selalu dipenuhi penumpang. Tidak hanya manusia, juga memuat sepuluh motor setiap harinya.Seperti dikatakan Sekretaris Kecamatan Sejangkung, Abdul Malik, kapal penyeberangan atau orang Sejangkung menyebut tambang memang sangat diperlukan oleh warga. Karena beberapa desa di Sejangkung, ada yang dipisahkan dengan adanya sungai. “Karena memang beberapa desa diantaranya Desa Sekuduk, Piantus dan masih ada beberapa desa lainnya. Letaknya memang dipisahkan oleh sungai. Jadi alat penyeberangan inipun bisa mempersingkat waktu jika harus lewat Jalan di Kartiasa,” katanya.

Tidak hanya warga saja, keberadaan alat penyeberangan inipun juga sangat dibutuhkan para siswa yang harus sekolah yang letaknya diseberang sungai. Pada hari-hari biasanya, setiap berangkat ataupun pulang sekolah. Jasa penyeberangan ini selalu dibutuhkan.Seperti salah satu siswa SMA Negeri I Sejangkung, Sri. Dia harus menyeberang untuk sampai ke sekolah setiap harinya. “Untuk ke sekolah kami harus menyeberang sungai. Sehingga harus menggunakan jasa penyeberangan ini,” katanya.Lainnya, warga berharap kalau feri segera diadakan buat kecamatan ini. Tingginya, intensitas keluar masuk warga untuk ke daerah lainnya, memungkinkan feri perlu segera diadakan. Dibanding dengan kapal sederhana, yang tentu saja rawan. Terlebih buat mereka yang tidak terbiasa menumpang kapal sederhana ini.

Advertisements

Entry filed under: Sejangkung. Tags: , , , , , , , , , .

Machmud Tetap Targetkan 18 Besar di PON XVIII Kalbar Sulit Mempunyai Embarkasi Haji

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: