Angkutan Lebaran Semerawut

September 5, 2011 at 13:25 Leave a comment

Oplet, angkot, mempawah, pontianak, kalbar, kalimantan barat, angkutan umum, bisMASIH RAMAI: Kendati tak sepadat Sabtu, arus balik lebaran Ahad kemarin masih cukup ramai. Petugas lalulintas pun mengatur arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan.

MEMPAWAH– Bukan sesuatu yang aneh dan baru, jika banyak penumpang oplet maupun bus umum kalau penumpangnya musti duduk diatas kap oplet ataupun bus, pada arus mudik lebaran. Keterbatasan angkutan umum membuat hal tesebut terjadi.  Penumpang pun cuek dan siap aja menerima resiko, termasuk diturunkan petugas ketika sudah memasuki wilayah perkotaan seperti Mempawaa maupun Sui Pinyuh. Dari pantauan di lapangan Ahad kemarin, sejumlah angkutan seperti bus antar kota jurusan Pontianak-Singkawang-Sambas penuh sesak penumpang. Seluruh kursi yang ada sudah terisi penuh. Bahkan, para penumpang harus rela berdiri agar sampai ketempat tujuannya.

Ironisnya, penumpang tetap memaksakan kendatipun sudah dilarang supir. Itu karena mereka ingin  sampai ketujuan kendatipun harus duduk diatas berpanas-panasan.  Selain itu memang menguntungkan supir angkutan umum yang ingin dapatkan uang setoran yang lebih banyak. Kendatipun diakui, hal itu mambawa resiko dan bahaya bagi penumpangnya.  “Dari pada beridiri, lebih baik duduk diatap agar tidak kecapean. Apalagi pada saat lebaran ini, hampir semua kendaraan penuh penumpang. Jadi terpaksa duduk diatap agar bisa pergi bersilahturahmi kerumah keluarga,” aku Pardi Iwan, dari Desa jalan Kebun Jeruk yang duduk diatas oplet antar desa seturunnya dari dari angkuta pedesaan itu.

Banyaknya penumpang yang duduk diatas atap kendaraan pada saat lebaran seperti saat ini menurut dia bukan pemandangan yang mengherankan. Situasi seperti itu pasti terjadi setiap tahunnya. Karenanya, dirinya pun tidak mempermasalahkan jika harus duduk diatap kendaraan umum tersebut.“Memang sudah kondisinya seperti ini, mau diapakan lagi. Jumlah angkutan yang ada tidak dapat melayani masyarakat yang ingin bepergian pada saat lebaran. Kondisi seperti ini biasanya hanya pada saat lebaran saja, sedangkan pada hari normal biasa justru kendaraan yang kesulitan mendapatkan penumpang,” tuturnya.Tindakan supir angkutan umum yang membiarkan penumpangnya duduk di atas atap kendaraan tidak hanya dilakukan supir bus antar kota saja. Melainkan juga beberapa angkutan umum dalam kota seperti oplet jurusan Mempawah-Sungai Pinyuh. Parahnya, sebagian besar penumpang yang duduk diatas atap kendaraan itu yakni anak-anak.

Hal itu terang saja membuat sebagian orang tua cemas. Mereka khawatir tindakan itu akan membahayakan keselamatan anak-anaknya yang menggunakan jasa angkutan umum untuk bepergian.“Kita berharap aparat kepolisian dapat menertibkan angkutan umum yang membiarkan penumpangnya duduk diatap kendaraan. Apalagi penumpangnya itu adalah anak-anak. Hal itu harus ditertibkan sebelum menimbulkan korban jiwa,” saran Mirna salah satu warga Kota Mempawah.Sementara itu, jajaran Sat Lantas Polres Pontianak dengan menggunakan mobil patroli memberikan peringatan kepada angkutan umum yang membiarkan menumpangnya duduk di atap kendaraan. Dengan menggunakan pengeras suara, baik angkutan umum bus antar kota mupun oplet diminta untuk menurunkan penumpangnya.Bus dan oplet yang mendapatkan peringatan tersebut langsung menghentikan laju kendaraannya dan menurunkan penumpang yang duduk diatas atap kendaraan. Para penumpang itu secara berdesakan masuk ke dalam bus guna menjaga keamanan dan keselamatan penumpang.

Advertisements

Entry filed under: Mempawah. Tags: , , , , , .

Di Mempawah Elpiji Kian Langka Machmud Tetap Targetkan 18 Besar di PON XVIII

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: