PT Dumai Inti Utama Serobot Lahan?

September 4, 2011 at 15:18 Leave a comment

BENGKAYANGPT Dumai Inti Utama (DIU) di Desa Tanjung Kecamatan Teriak Kabupaten Bengkayang kehadirannya tidak diinginkan oleh masyarakat setempat pada khususnya dan masyarakat Kecamatan Teriak umumnya. Demikian Andri Froniko, Ketua Lingkar Pemuda Peduli Kabupaten Bengkayang (LP2KB) kepada Pontianak Post, kemarin. Izin lokasi yang diberikan Pemkab Bengkayang kepada perusahaan yang bergerak dibidang penanaman kelapa sawit menjadi pertanyaan masyarakat.

“Izin lokasi dikeluarkan Agustus 2010. Kala itu, masa transisi dalam tampuk kepemimpinan di Kabupaten Bengkayang. Karena ketidakjelasan tentang izin lokasi yang diberikan Pemkab Bengkayang tersebut, maka sikap dari masyarakat Kecamatan Teriak melakukan aksi di depan Kantor Bupati Bengkayang dimana tuntutan dari masyarakat adalah agar di cabutnya izin lokasi PT Dumai Inti Utama,” kata dia. Setelah melakukan aksi mereka yang menamakan diri dari Aliansi Masyarakat Peduli Kecamatan Teriak (AMPKT) membuat surat penolakan dan pencabutan izin lokasi terhadap perusahaan tersebut. “Tujuan surat tersebut adalah Gubernur Kalbar dan Bupati Bengkayang dengan ditandatangani oleh delapan kades, tokoh masyarakat dan masyarakat Kecamatan Teriak,” katanya.  Semua sikap dari masyarakat Kecamatan Teriak, kata Andri, ternyata tidak ditanggapi perusahaan. Bahkan mereka dengan gagah berani mengadakan upacar pembukaan badan jalan untuk Desa Tanjung Kecamatan Teriak sebagai perangsang agar masyarakat memberikan lahan mereka kepada pihak perusahaan.

“Sampai saat ini, perusahaan sudah melakukan aktivitas di lapangan sementara belum ada kesepakatan yang jelas dengan masyarakat Desa Tanjung Kecamatan Teriak. Sikap penolakan masyarakat sudah cukup jauh dimana perwakilan dari Desa Tanjung Kecamatan Teriak bertemu dengan Camat Teriak, Bappeda Kabupaten Bengkayang dan dikeluarkan surat tegur dari Bupati Bengkayang. Komisi B DPRD Kabupaten Bengkayang yang mengeluarkan 5 tuntutan terhadap PT Dumai Inti Utama tetapi tidak di gubris oleh pihak perusahaan.

Dan yang paling tragis, Selasa, 23 Agustus 2011 semua kades seluruh Kecamatan Teriak diundang oleh Badan Lingkungan Hidup Provinsi untuk hadir dalah acara pembahasan dokumen KA-Andal sebagai syarat untuk diterbitkan dokumen AMDAL, tentu ini menjadi sebuah kebingungan kami karena pada dasarnya teriakan penolakan terhadap PT DIU sudah berlansung lama dan belum ada kejelasan kerjasamanya dengan masyarakat tetapi tiba-tiba sudah mau diterbitkan AMDAL ni suatu hal yang aneh,” kata Andri. Diakuinya, PT DIU sejatinya telah meyerobot lahan masyarakat hal itu terbukti dengan kehadiran perusahaan tersebut di Desa Tanjung Kecamatan Teriak dan melakukan aktivitas di lapangan tanpa adanya sosialisasi dengan masyarakat. Selain itu, tidak adanya perjanjian jelas dengan masyarakat dan melakukan pembelian lahan secara individu karena individu masyarakat yang lain tidak mau menjual tanah mereka kepada perusahaan karena tidak ada kejelasan dari perusahaan. “Sangat miris sekali kirannya dengan adanya lagi perencanaan pembuatan AMDAL sementara urusan dengan masyarakat belum terlaksana,” kata dia.

Advertisements

Entry filed under: Bengkayang. Tags: , , , , .

Nelayan Desak Bangun SPBN Rambu Lalulintas Pakai Bahasa Daerah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: