Proyek PLTGB Kayong Utara Dimulai

September 4, 2011 at 16:07 Leave a comment

TINJAU LOKASI: Bupati Kayong Utara Hildi Hamid didampingi GM PT PLN Kalbar Bambang Budiarto dan Camat Teluk Batang Idrus meninjau lokasi bakal dibangunnya PLTGB Kayong Utara di Teluk Batang. ISTIMEWA
TELUK BATANG – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gasifikasi Batubara (PLTGB) di Kabupaten Kayong Utara dimulai. Pelaksanaan pembangunan ditandai dengan peletakan batu pertama yang dilakukan Bupati Kayong Utara Hildi Hamid didampingi Gineral Manager (GM) PLN (Persero) Wilayah Kalbar Bambang Budiarto di Kecamatan Teluk Batang, Kamis (25/8). Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa pembangunan PLTGB di daerahnya merupakan hal yang sangat luar biasa. Pasalnya masing-masing daerah berlomba-lomba untuk mendapatkan penambahan daya listrik. “Kita patut bersyukur, sebab belum lama PLTGB ini direncanakan dan sekarang sudah kita saksikan bersama bahwa akan dimulai pelaksanaan pembangunannya,” seru Hildi di hadapan masyarakat yang hadir, termasuk pejabat di lingkungan Pemkab Kayong Utara.

 

Hildi mengakui bahwa masyarakat di kabupaten yang dipimpinnya hampir 50 persen belum mendapatkan pelayanan listrik. Hal ini disebabkan jaringan listrik belum sampai atau masuk ke sebagian warga. Sedikitnya, diungkapkan Hildi, terdapat delapan desa yang masih gelap, lantaran belum memiliki pasokan listrik. Desa-desa dimaksud adalah Desa Matan, Desa Lubuk Batu, dan Desa Batu Barat di Kecamatan Simpang Hilir. Selanjutnya, Desa Sepeti dan Desa Durian Sebatang di Kecamatan Seponti. “Masih ada tiga desa di Kecamatan Kepulauan Karimata tidak adanya listrik di tiga desa ini karena berada di kepulauan,” timpal Hildi.

Terlaksananya pembangunan PLTGB ini, diyakini Hildi akan ikut menjawab kebutuhan masyarakat akan pelayanan bidang kelistrikan. Maka, dia pun memberikan apresiasi kepada PLN yang cepat merespon akan kebutuhan masyarakat ini. “Saya berharap, dengan ditambahnya daya atau pasokan tenaga listrik ini dapat menjawab kebutuhan masyarakat. Terutama bagi masyarakat di kepulauan karena dari Teluk Batang jaringannya bisa disambung ke Pulau Maya Karimata,” ucapnya.

Diungkapkan Hildi, sejauh ini pembangunan yang bisa dilihat di Kabupaten Kayong Utara lebih disebabkan karena adanya pemerintahan. Pasalnya, kabupaten yang resmi terbentuk pada 26 Juni 2007 ini, mendapatkan alokasi dana yang tiap tahunnya berkisar Rp400 miliar. Seyogianya, mantan anggota DPRD Provinsi Kalbar tersebut berharap agar pembangunan bukan hanya dari pemerintah. Namun juga datang dari partisipasi masyarakat serta investor. Untuk mengundang investor, dia mengaku, tidaklah mudah dan daerah mesti harus siap terlebih dahulu. Salah satunya kesiapan ketersediaan listrik yang memadai. “Mari kita syukuri pembangunan ini dan kita doakan supaya pembangunan PLTGB ini dapat berjalan lancar sesuai yang diharapkan,” tandasnya.

GM PLN (Persero) Wilayah Kalbar Bambang Budiarto mengatakan bahwa pihaknya memilih PLTGB mengingat di Kayong Utara tersedia batubara yang selama ini belum dimanfaatkan. Jika menggunakan batubara, Bambang yakin PLN akan dapat menekan biaya operasional yang perbulannya mencapai Rp1,5 miliar. “Dengan PLTGB ini, kita bisa melakukan penghematan sekitar 600 ribu kiloliter perbulan,” terangnya.Bambang menargetkan, PLTGB sebesar 3 megawatt yang dikerjakan PT Batara Pilar Teknik Pontianak ini sudah dapat dioperasionalkan pada Desember 2011. “Mari kita kawal dan awasi bersama pelaksanaan pembangunan ini, supaya cepat selesai dan cepat pula dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.

Mengenai usulan Bupati agar PLTGB ini juga memasok energi listrik ke Pulau Maya Karimata, menurut Bambang, hal tersebut sangat memungkinkan. Apalagi, kondisi laut untuk menyebarangkan kabel di dasar laut tak begitu dalam. Demikian pula arusnya yang menurut dia, tidak begitu deras. “Nanti kita akan lakukan survei untuk mengalirkan listrik ke kepulauan dan kalau kita lihat sementara ini sangat memungkinkan,” ujarnya. Pada acara tersebut Ketua TP PKK Kabupaten Kayong Utara Ny Hj Diah Permata Hildi secara simbolis menyerahkan bantuan kepada 30 anak yatim piatu serta uang tunai sebesar Rp10 juta untuk Masjid Al Akbar. Sedangkan Hildi Hamid menyerahkan seekor sapi kepada desa setempat yang disumbangkan dari PLN (Persero) Wilayah Kalbar.

Advertisements

Entry filed under: Kayong Utara. Tags: , , , , , , .

Pengawasan Investasi Kelapa Sawit Mencari Solusi Kekurangan Listrik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: