Meriam Karbit Ala Sekadau

September 4, 2011 at 13:30 Leave a comment

Meriam Karbit tak cuma jadi penyemarak suasana malam lebaran di Pontianak. Ternyata, meriam karbit pinggir sungai juga ada di Sekadau. Menjelang lebaran seperti sekarang ini, meriam-meriam yang kalau tak dimainkan dimasukkan ke dalam sungai, kini diangkat lagi. Dicat ulang, berikutnya dimainkan lagi.

Sukarni, Sekadau

JAM di dalam kota “Bumi lawangkuari” (Sekadau,red) terus bergerak hingga menunjuk pukul 22.45wib. Kelap kelip lampu hias sepanjang jalan memasuki daerah Kampung Tebal memperindah jalur sepanjang DAS muara sungai Sekadau. Disaat penduduk lainya tertidur pulas menunggu watu sahur, belasan anak muda terlihat sibuk mengitari beberapa kayu log yang mereka sandarkan menghadap ke Sungai Sekadau.Dua buah bola lamp menerangi sekitar areal pemuda – pemuda tersebut terlihat sibuk denga pekerjaanya. Sebuah mesin kompresor kecil dan beberapa kaleng berada di anatar batangan kayu balok yang sudah menjadi meriam karbit.

Hening suasana malam di sekitaran sungai Sekadau ini sedikit dibisingkan dengan berdengungnya mesin kompresor yang mendorong cat keluar dari mata kompresor yang di pergunakan untuk mengecat meriam karbit.Saat awak Koran ini menyambangi, mereka (pembuat meriam,red) masih terlihat asyik dengan tugas masin-masing untuk berlomba dengan waktu makan sahur subuh hari. “Tahun ini kita tidak buat lagi, masih gunakan yang tahun kemarin, Cuma tahun ini kita vaiasikan dengan di cat aneka motif,” tutur Endang salah seorang pemuda.Sebanyak lima batang log kayu yang sudah menjadi meriam karbit dengan diameter satu meter linagkaran dan panjang delapan meter. Sebelum di motif, cat dasar putih menjadi pekerjaan pertama Pay, sang pengukir. “Sedikit,sedikit kalau capek gentian dengan kawan, dan kita kerjakan malam karena siang hari kawan-kawan tidak sempat harus kerja”tukas Endang.

Setalah itu baru meriam karbit ini akan di cet dan siap dimainkan pada malam idul fitri yang suah menjadi tradisi masyarakat Sekadau khususnya setiap tahun sejak Sekadau masih menjadi kecamatan. Untuk biyaya pembuatan  meriam ukuran sebatang pohon ini, tak tanggung-tanggung jutaan rupiah harus dirogoh dari uang kas yang mereka kumpulkan setiap bulanya sebesar 10 ribu rupiah perbulan dari 70an anggota karang taruna pemuda Kampung tebal ini sepanjang tahun sampai menjelang Idul Fitri.Sebagai biyaya awal sembari menunggu dana proposal yang diajukan pada pihak Dinas Pariwisata karena menjadi iven tahunan Kabupaten Sekadau ini uang kas yang mereka kumpulkan setiap bulanya tersebut dirogoh untuk mempertahankan tradisi nenek moyang melayu Sekadau dalam bermain meriam karbit menyambut datangya hari kemanangan Idul Fitri setiap tahun.

“Kalau tidak uang kas yang kita kumpul dan menunggu dana lain kita tidak bisa negjar waktu nyelsaikanya, jadi untuk dana awal mmbeli bahan dan uang kopi, rokok kawan-kawan yang kerja kita gunakan uang yang di kumpul setiap bulanya”papar Endang.Ditargetkannya dan kawan-kawan H-3 Idul firti ini 3 meriam yang mereka kerjakan siap dimainkan pada malam pestifal meriam karbit tahun ini yang biasanya di helat selama dua malam (malam takbur dan H+1), namun H-2 biyasanya meriam-meriam karbit olahan mereka sudah di coba untuk memastikan kesiapan meriam pada malam pestifal.

Advertisements

Entry filed under: Sanggau. Tags: , , , , .

Aspal Jalan Segedong Pecah-Pecah Korupsi Kantor Pos Sintang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: