Menu Saat Lebaran, Kerupuk Ikan Khas

September 4, 2011 at 13:14 Leave a comment

Amplang yang merupakan salah satu makanan khas Ketapang. Meski di buat dengan proses yang cukup sederhana, makanan yang kerap menjadi oleh-oleh khas Ketapang ini, laris diburu konsumen. Buat cemilan saat tamu bertandang.

Ketapang

SIANG yang terik. Beberapa pekerja di rumah amplang di jalan dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kabupaten Ketapang sedang sibuk membuat amplang. Di bantu beberapa pekerja, Rina (28 th) pemilik rumah amplang itu mengaku sejak awal Ramadan memang cukup sibuk menyelesaikan pesanan konsumen akan amplang khas buatannya itu. “Kalau hari-hari biasa, dalam sehari paling kita hanya membuat sekitar 20 kg, namun jelang lebaran ini, permintaan amplang semakin meningkat menjadi 2 hingga 3 kali lipat lebih banyak,”akunya.Karena permintaan meningkat, Rina pun mengambil inisiatif untuk menambah karyawan yang akan membantunya membuat amplang. Meski telah menambah jumlah karyawan untuk membantunya membuat amplang, wanita 28 tahun ini mengaku selama permintaan amplang meningkat sejak awal ramadan lalu, jadwal karyawan bekerja juga sedikit bertambah, biasanya kata dia untuk membuat amplang di mulai dari pukul 7.00-17.00 wib, namun sejak awal ramadan karena permintaan meningkat, proses pembuatan amplang mulai dari pukul 7.00 – 19.00 wib.

Menurut dia amplang yang dipesan para konsumen itu tidak semata-mata untuk di jadikan sajian pada saat lebaran nanati, namun sebagian konsumen juga menjadikan amplang buatannya itu sebagai oleh-oleh untuk sanak keluarga. “Kalau saya pribadi, jarang memasarkan amplang buatan saya ini ke pasar, karena saya punya galeri sendiri, jadi biasanya konsumen yang datang langsung kesini,”jelasnya.Adapun harga amplang yang di jual Rina bervariasi, menurutnya mahal dan murahnya amplang tergantung besar dan kecilnya pesanan yang di ingiinkan konsumen. Ia sendiri mengaku menjual amplang mulai dari harga Rp5ribu hingga Rp80 ribu. “Alhamdulillah, keuntungan dario hasil penjualan ampalng ini juga lebih dari hari-hari biasanya,”ujarnya seraya mengaku penjualan amplang pada hari-hari besar memang relatif lebih meningkat.
Meski proses pemubatan amplang tampak sederhana, namun perempuan yang mengaku telah 7 tahun menekuni usaha pembuatan amplang ini cukup bangga dapat memproduksi dan menjual amplanmg, karena ia menilai, ampalng salah satu makanan atau oleh-oleh khas Ketapang. “Ada kepuasan tersendiri bai saya, saat amplang yang saya jual bisa di beli dan di pasarkan di luar ketapang, seperti di Pontianak, Jakarta, Bandung dan Kota-kota besar lainnya,”paparnya. karena dengan di beli amplang yang di produksinya itu, secara tidak langsung kata dia dapat mengenalkan ketepang kepada masyarakat luar, sehingga akan lebih banyak orang yang tahu akan Kabupaten Ketapang.

Silvi, salah satu konsumen yang datang untuk membeli amplang mengaku, memang ada yang kurang saat pulang kampung halaman tanpa membawa amplang yang menurut dia salah satu ciri kah makanan ringan kabupaten Ketapang. “Memang tampaknya sederhana, tapi bagi saya ada yang kurang kalau pulang kampung tanpan membawa amplang,”ujar ibu satu anak ini.tidak hanya dirinya, silvi mengaku karena cukup terjangkaunya harga dan bagusnya kualitas amplang khas ketapang, membuat para keluarga dan teman-temannya yang berada di Pontianak juga memesan amplang ketapang sebagai oleh-oleh untuk menyambut hari raya Idulfitri.

Advertisements

Entry filed under: Ketapang, Makanan Daerah, News. Tags: , , , .

Mandiri dan Berwira Usaha Larang Angkutan Umum Antre Ambil Penumpang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: