Korupsi Kantor Pos Sintang

September 4, 2011 at 14:23 Leave a comment

SINTANG– Berawal dari laporan penggelapan uang kas milik kantor Pos Serawai, akhirnya Polres Sintang menetapkan kasus tersebut sebagai perkara korupsi, tersangka ditahan, sejumlah saksi dimintai keterang an, hasil audit menemukan kerugian mencapai lebih setengah miliar rupiah.Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Sintang, Ajun Komisaris Donny Sardo Lumbantoruan kepada sejumlah wartawan menjelaskan kasus tersebut berawal dari tidak disetorkannya uag kas Kantor Pos Serawai ke kantor pusat oleh Rahmad Yusuf (41) yang ketika itu menjabat kepala Kantor Pos Serawai.“Sempat ada upaya penyelelesaian internal, namun tidak berhasil sehingga oleh kepala Kantor Pos Sintang, kasus itu awalnya dilaporkan dengan delik penggelapan,” ucapnya.

Dijelaskan dia, dana yang tidak disetor tersebut adalah uang kas Kantor Pos Serawai yang dihitung  sebagai keerugian sejumlah Rp 648,622 juta.Ketika itu tersangka mulai menjabat sebagai kepala kantor pos Serawai pada tahun 2008, mulai sejak itulah tersangka sering menggunakan uang kas kantor untuk keperluan pribadi.“Setiap mau menyetor ke kantor cabang di Sintang, ia selalu meminjam uang dari orang, istilahnya gali lobang tutup lobang sehingga total uang yang terpakai menjadi bertumpuk,” jelasnya.Aksi gali lobang tutup lobang itu menurutnya baru ketahuan pada Desember 2010, ketika itu Iskandar sebagai kepala kantor pos Sintang meminta kepala kantor pos Serawai untuk mengosongkan kas dan menyetor semua uang yang ada karena tutup buku.

“Ketika itu tersangka tidak mengosongkan semua dan hanya menyetor sebagian saja,” ucapnya.Melihat gelagat yang tidak beres akhirnya Iskandar curiga dan melakukan pengecekan langsung ke Serawai dan ternyata saldo kas dicocokkan dengan uang yang ada ternyata tidak sesuai.“Tersangka kemudian beralasan kalau dana itu untuk bayar utang, tetapi belum diketahui untang untuk apa,” jelasnya.Akhirnya diupayakan memberi toleransi kepada tersangak untuk mengembalikan uang tersebut, namun tetap saja tersangak tidak mampu mengembalikannya sehingga akhirnya pada 30 April lalu, tersangka dilaporkan ke Polres Sintang dengan delik penggelapan dalam jabatan.

“Tetapi setelah kami periksa dan berdasarkan hasil gelar dengan BPKP, ternyata ada unsur kerugian negara sehingga dimasukkan dalam delik korupsi, hasil auditnya juga menyebutkan seperti itu karena ini adalah BUMN,” paparnya.Setelah menjelani sejumlah proses pemeriksaan, akhirnya pada 5 Agustus 2011 lalu Polres Sintang resmi menahan tersangka Rahmad Yusuf. Ia diancam Undang-undang  nomor 31 tahun 1999 tentang korupsi sebagaimana diubah dengan UU nomor 20 tahun 2001 pasa 3 yang menyatakan setiap orang yang dengan tujuan menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi, menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.“Ancamannya pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat satu tahun dan paling lama 20 tahun,” jelasnya.

Advertisements

Entry filed under: Sintang. Tags: , , , , .

Meriam Karbit Ala Sekadau Mencari SInyal Telpon Gadis ini Digilir Sebelum Dibunuh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: