Stok BBM Habis, Antri Dua Jam Hanya Untuk Mendapat Bensin

February 15, 2011 at 11:43 Leave a comment

Antrian bensin pontianak, kapal karam

Antrian Panjang di SPBU Pontianak

Krisis bahan bakar minyak (BBM) nyaris terjadi diseluruh wilayah Kalbar. Sejumlah SPBU tutup lebih awal. Rata-tanya hanya dua jam. Jatah pasokan bensin yang mereka terima dari Pertamina jauh berkurang. Antrean panjang pun terlihat dimana-mana. Sedangkan harga eceran melambung tinggi.
—–
PANTAUAN Pontianak Post disejumlah SPBU di wilayah utara Kalbar mulai dari Siantan hingga Kota Sambas, tutup lebih awal. Habisnya bensin akibat minimnya pasokan dari Pertamina. Warga terpaksa mengisi bensin di kios. Meski harga eceran melambung hingga Rp8.000 per liter. Pengelola SPBU Alianyang, Unggul Setia Budi, menjelaskan bensin habis sekitar pukul 11.00 WIB. Bensin yang dijual merupakan pasokan yang didrop Pertamina pada Minggu (13/2) yang tiba sekitar pukul 17.00 WIB. “Hari ini ada tapi waktunya kapan datang kita kurang tahu,” ungkapnya.

Unggul Setia Budi sudah mendapat laporan penyebab tersendatnya pasokan bensin dari Pertamina. Kapal tanker pembawa BBM tak bisa merapat ke Depot Pertamina Siatan karena alur Sungai Kapuas tertutup kapal pembawa semen yang tenggelam.Untuk mengatasi anteran panjang, sesuai kebijakan Pertamina, pembeli dibatasi. Sepeda motor maksimal dua liter. Sedangkan mobil maksimal 10 liter. Sedangkan pasokan BBM dari Pertamina ke SPBU yang biasanya 8 hingga 12 kilo liter, namun kali ini hanya 8 kilo liter per hari. Sehingga premium cepat sekali habis.

Hal serupa juga dialami SPBU Sungai Wie, Singkawang. Sejak pukul 11.00 WIB, penjualan bensin dihentikan karena persediaan sudha habis. “Bensin yang kita jual hari ini merupakan pasokan pada hari Minggu (13/2),” ungkap A Fui pengelola SPBU Sungai Wie. Pasokan akan kembali dikirim ke SPBU. Namun kapan pastinya, A Fui, belum tahu. “Kalau disini pasokan normal kita per harinya 16 sampai 24 kilo liter. Tapi kemarin untuk bensin hanya dikasih 8 kilo liter saja, dengan edaran pembatasan pembelian bensin,” terangnya. Ditingkat eceran, harga bensin di Singkawang bervariasi. Mulai Rp6.000 hingga Rp7.000 per liter. “Biar Rp7.000 lah asal motor terisi bensin. Kalau tak berbensin susah jalan-jalan, tapi sesekali beli Pertamax,” kata Farida, seorang ibu rumah tangga.

Pemandangan serupa juga terjadi di Kabupaten Pontianak. Warga mengeluhkan tingginya harga bensin eceran. Sore hingga malam kemarin, harga bensin dijual Rp15.000 hingga Rp 18.000 per liter. Tentu saja harga yang sudah tak etis itu sempat dipertanyakan pembeli. Anehnya, kondisi itu belum terpantau petugas hingga belasan kios dadakan yang berjualan dikiri kanan SPBU yang lagi kosong tanpa ada penertiban. Kapolres Pontianak AKBP H Andi Fairan SIK dikonfirmasikan mengakui, kondisi itu memang terjadi di wilayah Kalbar. Dia berjanji untuk menindaklanjuti keluhan konsumen sekaligus menertibkan pembelian menggunakan jerigen yang kemudian dijual pada kios-kios dadakan untuk meraup keuntungan.
Pantauan Pontianak Post, SPBU di Kabupaten Pontianak sudah menerima suplai bensin dan solar pada Minggu (13/2) malam. Ramainya antrean sehingga SPBU mendapat pengamanan dari anggota kepolisian.

Antrean panjang juga terlihat di Kota Ngabang. Dalam waktu sekitar dua jam, premium dan solar habis. Heronimus, manager SPBU 64.783.12 Ngabang mengatakan, dirinya tidak bisa memastikan dalam beberapa hari ke depan pasokan BBM untuk kebutuhan masyarakat masih tersedia atau tidak. Antrean BBM sudah terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Sekitar pukul 10.00 WIB, premium dan solar dipastikan habis. Beberapa pengantre yang tidak kebagian minyak terlihat kecewa.
Di Kota Ketapang, harga bensin eceran masih bertahan di kisaran Rp6-7 ribu per liter. Meski menyalahi, harga ini pun seolah sudah menjadi harga resmi eceran bensin di Kabupaten Ketapang, sejak BBM susah diperoleh.Harga baru yang ditetapkan pengecer sendiri memang tidak sesuai dengan ketentuan. Namun bagaimana lagi, masyarakat yang tidak ada waktu dapatkan BBM di SPBU dengan harga normal, Rp4.500/liter. Terpaksa mereka mengisi di pengecer. Karena di SPBU, hanya untuk dapatkan dua liter minyak saja harus antri hingga berjam-jam. Empat SPBU yang ada di Ketapang, pantauan koran ini dipenuhi dengan barisan pembeli sejak pagi hari.

Hanya untuk Sehari
Kondisi BBM di Kota Sintang terbilang aman, meskipun terhambatnya empat kapal tanker Pertamina yang mengangkut BBM dari Pelaju dan Tanjung Uban akibat karamnya KM Rahmatia Sentosa di alur Sungai Kapuas.Meskipun tidak banyak memberikan keterangan, namun Kepala Depot Pertamina Sintang, Sondan Lumban Raja, mengatakan stok BBM di Sintang aman untuk satu hari ke depan. Sebab masih terdapat suplai BBM dari Kota Pontianak.“Saat ini kondisi aman terkendali. Bahkan saya tidak perlu mengimbau masyarakat untuk tidak panik dengan kejadian yang ada di Pontianak. Stok kita mencukupi,” kata Lumban, yang enggan menyebutkan stok BBM yang ada saat ini di Kabupaten Sintang.

Pemilik SPBU PT Julindra Raya, Indra Subekti, mengatakan suplai BBM di Sintang masih bisa diatasi, meskipun dia mengakui terjadi keterlambatan pasokan. Namun secara keseluruhan, stok BBM terbilang aman.“Pasokan dari depot Sintang masih relatif aman. Walaupun ada sedikit keterlambatan, tetapi hal tersebut tidak berpengaruh terhadap suplai BBM ke SPBU. Sampai saat ini kuota kita masih normal seperti biasanya. Bahkan antrean tidak mengalami kenaikan yang signifikan,” ucap Indra.Pria ramah ini mengatakan, stok BBM ke SPBU miliknya masih seperti hari sebelumnya, dimana dia mendapatkan jatah premium dan solar berkisar delapan sampai 16 kl. Tetapi dengan adanya kejadian yang menghambat distribusi BBM tersebut, pihaknya membatasi pembelian BBM terhadap kendaraan bermotor dan mobil. “Sesuai dengan surat rekomendasi dari Pertamina Kalbar, kami membatasi untuk pembelian BBM, dimana motor hanya mendapatkan maksimal lima liter, sedangkan mobil 15 liter. Tetapi kita lihat kondisi di lapangan, apabila ada pengendara mobil yang melakukan perjalanan jauh, maka kita kasi sampai 20 liter,” kata dia.

Advertisements

Entry filed under: Lainnya, News.

Gula Malaysia bukan Selundupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: