Pembelian BBM Dibatasi, Harga Eceran bensin mencapai Rp 15.000,-

February 15, 2011 at 00:24 Leave a comment

PONTIANAK – Buntut tenggelamnya KM Rahmatia
Sentosa karena bertabrakan dengan KM Wewah
di Lampu Buih Lima Muara Jungkat, benar-benar
menimbulkan permasalahan yang panjang. Kapal
itu masih karam di alur pelayaran dan tengah
berusaha dievakuasi oleh instansi terkait. Kapal-
kapal masih antre untuk masuk ke Pelabuhan
Pontianak. Termasuk kapal tanker pembawa BBM.
Pertamina Wilayah Kalbar pun menempuh
langkah dengan membatasi pembelian BBM di
Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum yang ada
di provinsi ini. “Kita batasi pembelian BBM di
SPBU. Untuk sepeda motor hanya boleh dua liter,
dan mobil 10 liter,” kata Ibnu menjawab
Pontianak Post, Minggu (13/2).
Dia meminta masyarakat untuk menghemat
penggunaan bahan bakar jenis premium. “Kalau
mau memakai BBM banyak, beli pertamax.
Karena pertamax banyak. Solar juga aman,” kata
Ibu menegaskan.Menurut Ibnu, pembatasan itu
akan berlangsung hingga keadaan kembali
normal. Dalam arti, jika kapal-kapal tanker yang
membawa BBM itu, sudah bisa masuk ke
Pontianak. Ini tentunya, jika KM Rahmatia Sentosa
yang karam di alur pelayaran Muara Jungkat,
sudah bisa dievakuasi.
Pihak Pertamina masih menunggu kapal-kapal
tanker bisa masuk. Menurut Ibnu, saat ini masih
ada tertahan empat kapal tanker yang tak bisa
masuk. “Kondisi kapal tanker kita sekarang masih
menunggu sampai bisa masuk,” ungkap Ibnu
lagi.
Menurut dia kapal tanker itu membawa pasokan
BBM untuk Kalbar dari Tanjung Uban dan Pelaju.
Yakni Kapal Tanker MT Dasa Samudera
membawa 2.847 kilo liter BBM jenis solar, Kapal
Tanker MT Serena membawa 3.796 kl premium,
Kapal Tanker MT Camar Mas membawa 3.914 kl
solar dan Kapal Tanker MT Gloria membawa MFO
1.193 kl. “Ini yang tertahan di muara dan tidak bisa
masuk,” tegas Ibnu.Sementara yang tertahan
tidak bisa keluar dari Pontianak, kata Ibnu, adalah
Kapal Tanker MT Balongan membawa 1.500 kl
BBM jenis Avtur. “Setelah bongkar di depot
Pertamina MT Gloria ini mau ke Batam. Cuma
tidak bisa keluar. Tapi, tidak masalah,” tegasnya.
Masyarakat ditegaskan Ibnu tidak perlu khawatir
dengan BBM. Karena, pertamina sudah
mengambil langkah cepat. Minggu siang, kata
Ibnu, sudah ada pasokan bantuan BBM dari Depot
Pertamina. “Hari ini (kemarin) sudah dipasok
premium sebanyak 500 kl,” kata Ibnu.Menurut
dia, 500 kl premium itu didistribusikan ke Kota
Pontianak, Kabupaten Kubu Raya, Pontianak,
Sambas, Sanggau, Sambas, Landak dan,
Kabupaten Bengkayang serta Kota
Singkawang.Kembali dia menegaskan,
masyarakat Kalbar tidak perlu panik dan khawatir
akan ketersediaan BBM. Karena sudah ada
pasokan BBM kemarin. “Minyak tetap ada. Kita
minta masyarakat untuk berhemat,” tegasnya.
Ibnu Chouldum, kemarin (13/3) juga turun ke
lokasi kapal tabrakan. “Hari ini (kemarin) saya
mau ke lokasi. Ini masih menunggu tug boat,”
kata Ibnu.
Antrean panjang di Stasiun Pengisian Bahan Bakar
Umum Kota Pontianak tak terelakkan. Nyaris, di
setiap SPBU di kawasan Kota Pontianak ratusan
kendaraan roda dua dan empat antre. Mereka
menunggu untuk mendapatakan bahan bakar.
Pantauan Pontianak Post , SPBU yang antre di
Jalan KHW Hasyim, Jalan Tanjungpura, Kotabaru
dan Pancasila, Ahmad Yani, antrean panjang tak
dapat dihindari. Warga khawatir dengan isu yang
berhembus, terkait kelangkaan BBM. “Kami dapat
kabar, bahwa harga bensin mau naik dan langka.
Makanya takut juga dan cepat-cepat mengisi,”
kata seorang pengendara, Yulius kepada
Pontianak Post di SPBU KHW Hasyim. Fani,
seorang warga mengatakan, nyaris setiap jalan
yang ada SPBU, antreannya sangat panjang.
“Dimana-mana macet gara-gara banyak
kendaraan antre membeli BBM,” kata Fani kemarin
sore.
Apalagi, tegasnya, di SPBU, pembelian BBM
sudah dibatasi. “Sepeda motor hanya boleh beli
Rp10 beli saja,” katanya. Begitu juga di kalangan
pengecer, menurut Fani, sudah ada yang
menembus Rp10 ribu perliter. “Tapi, tetap saja
dibeli orang. Karena bensin semakin sulit didapat,”
katanya. Antrenya warga di SPBU membuat
oknum pengecer bensin mendapatkan
keuntungan. Harga bensin eceran melambung.
Informasi yang diterima Pontianak Post di
kawasan Sungai Jawi, harga bensin per liter,
mencapai Rp15 ribu.“Di Sungai Jawi Rp15 ribu per
liter,” ujar seorang warga lewat pesan singkat
yang diterima Pontianak Post, kemarin malam.
Sore harinya salah satu warga sempat
menginformasikan bahwa harga bensin sudah
mencapai Rp7 ribu perliter. Di wilayah Kubu Raya
menurut salah seorang warga, Yuniar, beberapa
hari lalu saja, harga bensin per liter sudah naik.
“Saya pernah beli satu liter bensin sampai
Rp6.000 beberapa hari lalu,” katanya kemarin.

Advertisements

Entry filed under: Lainnya.

Bongkar Muatan, KMRahmatia Digeser dari Alur Perampasan Kalung di Adisucipto

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: