Tiga Hari Jalur Trans Kalimantan Ditutup, Festival CGM

February 11, 2011 at 09:45 Leave a comment

KEPALA Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu
Raya, Zaini Umar mengatakan selama pergelaran
Festival Cap Go Meh (CGM), Jalan Trans
Kalimantan menuju ke Jembatan Kapuas II akan
ditutup. ”Penutupan alur jalan hanya akan
dilakukan selama tiga hari. Mulai tanggal 11, 17 dan
terakhir 18 Februari,” katanya kepada Pontianak
Post, Rabu (9/2) di Sungai Raya.Menurut dia
penutupan selama tiga hari berhubungan dengan
berbagai agenda. Untuk tanggal 11 berhubungan
dengan acara pembukaan CGM. Sementara
tanggal 17 akan ada arakan tatung yang
dipusatkan di Ruko dan sebagian jalur Trans
Kalimantan. ”Dan pada tanggal 18 merupakan
puncak acara penutupan,” terang dia.
Untuk penutupan jalan Trans Kalimantan hanya
berlaku selama tiga hari. Pada tanggal 12-16
Februari jalan kembali dibuka. Kendaraan roda
dua dan empat boleh lalu lalang. Kalaupun ditutup
hanya jalur yang berada disebelahnya.
Sedangkan sebelahnya tetap bisa dilewati. “Itu
hasil kesepakatan kami bersama dengan pihak
Muspida, Panpel CGM, MABT Kalbar dan Polsek
termasuk pihak pengamaman Forum Kubu Raya
Bersatu (FKRB),” jelas Zaini. Selain itu,
sambungnya, untuk areal perparkiran juga diatur.
Dishub Kubu Raya langsung bekerjasama dengan
MABT termasuk pengamanan parkir yaitu FKRB.
”Sudah dirapatkan kalau kegiatan ini ada tempat
parkir VIP khusus, VIP biasa dan parkir umum.
Sebab, pada acara pembukaan kemungkinan
besar Gubenur Kalbar, Pangdam XII
Tanjungpura, Danrem, Kapolda dan Kapolres,
Muspika termasuk Muspida akan hadir,” ujarnya.
Zaini menambahkan untuk lahan perparkiran,
panpel juga menyiapkan lahan alternatif. Titik-titik
areal tersebut berada di depan sekolah, depan
masjid juga depan SDN 14 Sungai Raya. Lahan
tersebut bisa dipakau sebagai tempat parkir
alternatif. ”Cuma, kami juga minta kepada FKRB
sebagai koordinir perparkiran lakukan koordinasi
dengan masyarakat. Sehingga kedepannya tidak
menjadi persoalan,” pinta dia.Selama kegiatan
CGM sejak tanggal 11-18 Februari, perparkiran
akan ditarik dana. Rinciannya berbeda untuk tarif
sepeda motor termasuk kendaraan roda empat.
”Dan saya sudah minta supaya pengelola parkir
untuk menstandarkan harga perparkiran. Sebab,
tujuan CGM adalah agar masyarakat berbondong-
bondong ikut pergi, ” katanya.
Dishub Kubu Raya juga meminta karena Festival
CGM sebagai even daerah, harus ada kontribusi
bagi Kubu Raya. Makanya disepakati setiap nilai
rupiah parkir ditarik dari masyarakat, sumbangan
disetor ke kas daerah sebesar 10 persen. ”Kita
tekankan kepada MABT harus ada setoran
tersebut,” ungkapnya.Disamping itu, ia juga
meminta prinsip perparkiran harus dijaga.
Kenyamanan, Keamanan dan Keindahan harus
diperhatikan. “Dan yang terpenting, masyarakat
penonton tidak ada hambatan ketika menyaksikan
Festival CGM,” kata Zaini.

Advertisements

Entry filed under: News.

Awalnya jadi BahanEjekan, Kini MenuaiSuksesKisah Pengusaha Pencucian Helmet FPI: Bubarkan Ormas, EnggakNyambung Jack!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: