Penuh Keakraban,Pontianak DijulukiIndonesia Kecil

February 11, 2011 at 09:59 Leave a comment

Perayaan tahun baru Imlek 2562 yang diadakan
Yayasan Bhakti Suci di Hotel Aston kemarin (10/2)
malam berlangsung penuh kekeluargaan. Panitia
mendesain acara dengan suasana yang santai.
Ruang utama di Kalimantan Ballroom lantai lima
dipadati puluhan meja. Bilik pertemuan lainnya
pun serupa, tidak tampak ada kursi yang kosong.
Aristono Edi K, Pontianak
LANTAI satu, tepat di depan pintu utama Hotel
Aston, para tamu disambut oleh atraksi dua
barongsai yang sangat menghibur. Gerakan
permainan yang terinspirasi dari hewan singa ini
cukup mengesankan. Tidak seperti si raja hutan
sungguhan, barongsai ini berlaku jinak, bahkan
memberi hormat pada setiap orang yang datang.
Para pemain menyesuaikan gerakan dengan
suara genderang.Acara dimulai pukul 6.30 saat
ketua panitia Thai Jin Hok menyampaikan kata
pembuka dan penyampaian agenda. Disambung
oleh sepatah kata dari Ketua Umum Yayasan
Bhakti Suci (YBS) The Iu Sia. Pria yang akrab
disapa Asia ini berterimakasih kepada pemerintah
provinsi dan kota yang mendukung perayaan
budaya dan kesenian Imlek. Selain itu ia mengajak
untuk melihat perbedaan dengan kaca mata
persatuan dan kesatuan.
Giliran Walikota Pontianak, Sutarmidji
memberikan pesannya. Dalam sambutannya
yang penuh humor, ia mengatakan bahwa
kemajuan Kota Pontianak ditentukan oleh
persatuan semua suku. “Pontianak itu sebenarnya
Indonesia kecil. Lihat saja, ada Melayu, Tionghoa,
Jawa, Madura, Dayak, Bugis dan lain-lain. Semua
hidup rukun dan damai, maju bersama
membangun Pontianak,” katanya.Sementara
sambutan Gubernur Kalbar Cornelis sedikit
menyinggung kasus di Pandeglang dan
Temanggung. Ia berharap Kalbar jangan
terpengaruh kejadian di kedua tempat itu. Bahkan
menurutnya, semua suku di Kalbar harus
bersatu. “Indonesia itu bermacam suku bangsa.
Semua punya hak sama, tidak memandang
mayoritas dan minoritas. Mayoritas jangan
menindas, dan minoritas jangan manja,” ujar
orang nomor satu di Kalbar ini.
Selanjutnya acara berjalan santai penuh
keakraban. Dipanggung silih berganti para
penampil yang menyuguhkan kesenian
Tionghoa. Apalagi ditambah iringan musik
oriental yang dibawakan Yayasan Halim, makin
menambah kesan tenang suasana. Selain itu ada
pula lagu-lagu nasional, Melayu, dan Dayak yang
diperdengarkan. Paling menarik saat penarikan
undian. Panitia memang menyediakan puluhan
hadiah berupa sepeda motor dan barang
elektronik. Potongan kertas undanganlah yang
diundi. Pada salah satu sesi, panitia kesulitan
mencari pemenang satu unit TV 29 Inch. “Siapa
yang bernomor undangan 775?” tanyaCornelis
yang memang diminta membacakan nomor
pemenang. “Ayo cepat siapa, kalau tidak akan
ditarik kembali,” timpal pembawa acara.
Kurang lebih sepuluh menit, tiba-tiba Wakil
Gubernur Christiandy Sanjaya tersenyum sambil
menunjukan undangannya yang berwarna
merah. Mengejutkan, kertas undangan tersebut
berangka 775. “Wah ternyata pak Wagub yang
dapat,” ucap Gubernur dengan nada mengeluh.
Para tamu kontan tertawa mendengar itu. Meski
begitu, Wagub enggan menerima hadiah itu.
Alhasil dilakukan pencabutan ulang.Acara itu
sendiri dihadiri oleh pejabat-pejabat tinggi sipil
dan militer lingkungan provinsi, kabupaten dan
kota. Turut hadir Walikota Singkawang Hasan
Karman, Bupati Kubu Raya Mahendra, dan Bupati
Pontianak Ria Norsan. Tampak pula wajah-wajah
para pemimpin berbagai organisasi etnis.

Advertisements

Entry filed under: News.

FPI: Bubarkan Ormas, EnggakNyambung Jack! Unggul Enam SuaraThamrin Rektor Untan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: