RS Tolak PasienJamkesko

February 9, 2011 at 12:49 Leave a comment

PONTIANAK – Namanya Muniah. Ia warga
Siantan Tengah RT 02 RW 09. Perempuan dari
keluarga tidak mampu ini tidak mendapatkan
pelayanan yang layak dari rumah sakit. Padahal ia
mengantongi kartu jaminan kesehatan yang
diterbitkan pemerintah.Ketua RT 02 RW 09
Siantan Tengah Abdul Hadi mengungkapkan,
Muniah sudah memiliki surat lengkap. Namun
tetap tidak dilayani dengan baik. Menurut Hadi,
Muniah termasuk keluarga yang kurang mampu
sehingga tidak sanggup membiayai
pengobatannya.
“Muniah harus segera dioperasi. Tetapi ia tidak
dilayani dengan baik oleh rumah sakit. Padahal
sudah ada jamkesmas. Muniah diminta uang
jaminan sebesar satu juta rupiah,” kata
Hadi.Kendati sudah memberikan uang jaminan,
Muniah belum dioperasi. Bahkan, ia diminta
pulang oleh petugas rumah sakit. Hal ini tentu
saja menjadi ironi bagi pelayanan kesehatan.
“Kami terlanjur kecewa, perlakuan terhadap
pasien sudah keterlaluan. Padahal seorang
perawat ada kode etik, mereka tidak mesti
memperlakukan pasien seperti itu. Bagaimana
pasien bisa sembuh. Apalagi pasien jamkesmas
juga tidak dilayani dengan baik,” kata Hadi.
Pemegang Program Jamkesko Dinas Kesehatan
Kota Pontianak Dadang S mengakui masih ada
rumah sakit yang tidak melayani jamkesko
dengan baik. Namun harusnya petugas tahu
bahwa pelayanan terhadap jamkesmas sama
seperti pasien lainnya. Jika ada pelayanan yang
kurang baik, mungkin itu hanya petugasnya saja
yang masih belum mengerti.
“Setiap rumah sakit swasta dan negeri harusnya
memang ada yang menyiapkan pelayanan bagi
pasien jamkesko. Untuk Pontianak ada sekitar
22.570 jamkesko untuk anak dan sekitar 600
untuk umum,” kata Dadang.Direktur RSU Yarsi
Pontianak, Efendi Perdjaman mengaku tidak
mengetahui masalah tersebut. Ia memastikan jika
rumah sakit yang dipimpinnya hingga saat ini
menerima dan melayani pasien jamkesko. “Kita
ada kok pelayanan jamkesko, coba hubungi
bagian pelayanan, karena mereka yang lebih
tahu,” katanya.

Advertisements

Entry filed under: News.

Pemkot Ciptakan 500Pengusaha Muda Awalnya jadi BahanEjekan, Kini MenuaiSuksesKisah Pengusaha Pencucian Helmet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: