Ubah Retribusi jadi Pajak, Tata Kelola Perparkiran

February 7, 2011 at 12:12 Leave a comment

PONTIANAK – Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Pontianak, menginginkan Pemerintah Kota Pontianak lebih memaksimalkan pendapatan dari pajak parkir. Saat ini hanya ada 11 titik pajak parkir di Kota Pontianak. Padahal, sedikitnya ada 4.000 titik.  “Kita akan coba jadikan ini sebagai pajak parkir,” tegas Anggota Komisi C DPRD Kota Pontianak, Uray Samiazi usai raker dengan Dinas Pendapatan Daerah Pontianak belum lama ini. Menurut dia, Komisi C akan mengagendakan rapat gabungan dengan Komisi B DPRD Kota Pontianak, guna mendorong peralihan retribusi parkir menjadi pajak.  “Kita ingin pajak parkir bisa menjadi pendapatan asli daerah. Mengingat Pontianak terdapat lebih dari 4.000 titik retribusi parkir,” tambahnya.

Ia menegaskan, hal ini merupakan upaya memaksimalkan pendapatan pajak pada sektor perparkiran. Komisi C juga akan mengundang Dispenda Dinas Perhubungan Kota Pontianak. Dari 11 pajak parkir yang ada, penerimaannya menurut dia, tidak maksimal dengan alasan beragam pemilik lahan parkir. Pihaknya pesimis jika target Rp1,8 miliar pada tahun ini, bisa tercapai.  Sebab, dia melihat, tdiak ada langkah-langkah strategis dari instansi terkait, untuk mencapai pencapaian target tersebut. “Kalau hanya berkutat di 11 titik pajak itu saja, target tidak akan tercapai,” katanya lagi. Komisi C DPRD Kota Pontianak juga mengkhawatirkan jika  target pajak parkir mengalami minus Rp300 miliar sampai Rp400 miliar. “Jika minus dan banyak terjadi lost, tanggung jawabnya juga ada di Komisi C,” tegasnya.

Kepala Dispenda Kota Pontianak Rudi Enggano Kenang menjelaskan, hampir setiap tahun target pajak parkir mengalami mengalami kenaikan. Tahun 2007 target Rp500 juta, realisasinya Rp524 juta. Tahun 2008 target tetap, realisasinya Rp726 juta. Tahun 2009, target Rp700 juta, realisasinya Rp705 juta. Tahun 2010 target Rp1,3 miliar, namun hanya terealisasi Rp1,023 miliar. Dijelaskan Rudi, target Rp 1,8 miliar tahun ini menjadi ironi. Target tersebut menurutnya merupakan asumsi optimis tahun 2011. Saat ini, kata Rudi, banyak penyedia lahan parkir yang masih terkena retribusi. Sehingga pihaknya mencoba untuk mengidentifikasi lahan-lahan parkir baru dan mengintensifkan 11 titik yang ada. “Tahun ini kami juga akan melakukan uji petik terhadap lahan parkir. Target Rp 1,8 miliar juga akan kita evaluasi,” ungkap Rudi.

Rudi menjelaskan, dari 11 titik parkir di Kota Pontianak, ada beberapa titik harus membayar lebih. Sebab, tegasnya, pendapatannya sudah melebihi dari pajak yang sebelumnya pernah disetor. “Pajak parkir yang telah ditentukan besarnya paling tinggi 30 persen. Apalagi dalam Perda, pajak parkir sebesar 20 persen. Berdasarkan Undang-undang nomor 28 tahun 2009, Pasal 62 ayat 1 disebutkan, objek pajak parkir adalah penyelenggaraan tempat parkir di luar badan jalan, baik yang disediakan berkaitan dengan pokok usaha maupun yang disediakan sebagai suatu usaha, termasuk penyediaan tempat penitipan kendaraan bermotor. (ody)

Perparkiran

2007
Target     : Rp500 juta
Realisasi     : Rp524 juta

2008
Target     : Rp500 juta
Realisasi     : Rp726 juta

2009
Target     : Rp700 juta
Realisasi     : Rp705 juta

2010
Target     : Rp1,3 miliar
Realisasi     : Rp1,023 miliar

(Sumber: Dispenda Kota Pontianak)

Advertisements

Entry filed under: News.

Pontianak Memiliki Potensi Penyakit Kulit Datangkan Anton Medan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: