Archive for February, 2011

Pawai Lampion: Ribuan Warga Sambut Antusias, Jalang Singkawang Penuh Warna

SINGKAWANG—Ribuan warga antusias menyaksikan pawai lampion Selasa (15/2) malam. Warga padat merayap di jalan utama Kota Singkawang, sehingga membuat jalanan macet. Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan Imlek dan Cap Go Meh 2011. Menurut salah satu warga, Gunawan, Jalan Kalimantan, perayaan kali ini sangat meriah. Tak heran warga rela bersesakan di jalan. “Ini sebuah atraksi menarik tiap tahun, jadi sayang kalau tak menonton,” ungkapnya kepada Pontianak Post ditemui di Jalan Diponegoro.

Bahkan ia mengajak anak dan istrinya untuk menonton. Selain itu melalui kamera HP ia mengabadikan momen pawai lampion terutama mobil hias yang dianggap menarik dan unik. Ia berharap ditahun mendatang lebih banyak lagi mobil hias, sehingga semua warga dapat menikmatinya. Sebelumnya seluruh peserta pawai dikumpulkan di Jalan Firdaus kantor Walikota Singkawang. Satu per satu mobil hias didatangi warga yang telah lama menunggu, untuk mengambil foto, atau sekedar melihat-lihat. Sekitar pukul 19.30, peserta dilepas Walikota Hasan Karman. Orang nomor satu Singkawang ini pun ikut sebagai peserta dengan mengendarai mobil panjang bersama istri, Ketua DPRD Singkawang Tjhai Chui Mie serta Bong Cin Nen Seketaris Panitia CGM. Disusul sebuah mobil hias berbentuk kapal motor berkepala naga, dimana duduk ketua panitia CGM 2011, Lio Kurniawan bersama istri dengan pakaian khas kaisar dan permaisuri raja Tiongkok. Mereka pun tersenyum dan melambaikan tangan ke masyarakat yang menonton pawai lampion. Baru dibelakangnya sekitar 500 siswa rombongan sepeda lampion yang diikuti seluruh siswa SMP Bruder Singkawang.

Atraksi memukau pun dilakukan peserta, baik dengan menampilkan suguhan replika patung kelinci dan shio dalam pertanggalan cina, miniatur klenteng, serta bidari amoy cantik berpakain khas etnis Melayu, Tionghoa dan Dayak. Selain replika kelinci berbagai ukuran dan bentuk, ada juga patung Dewi Kwan Im menjulang tinggi, bahkan tak banyak peserta pawai berpenampilan seperti Dewi kasih sayang tersebut. Semua menarik, sehingga setiap mobil hias yang melewati rute direkam di foto warga melalui kamera HP.

Ada juga miniatur kelinci raksasa sambil memainkan alat musik dawai khas tionghoa. Serta atraksi tarian naga. Selain memukau, ada juga peserta lampion yang mendapat tepuk tangan meriah serta sorakan, takkala mobil membawa sejumlah pria bertubuh kekar, yang merupakan peserta kontestan Binaraga. Dengan atraksi gerakan otot dada, mereka membuat kaum hawa histeris. “Ada juga ya pria berotot ikutan,” ungkap Silvia, siswi SMP swasta di Singkawang. Menurutnya, apa yang disuguhkan peserta pawai sangat menghibur. Diharapkan kedepannya lebih banyak lagi peserta yang berpartisipasi.

Selain itu, ada sejumlah tatung sudah ikut pamer di pawai tersebut, seperti peserta dari Kulor Singkawang, dengan menggunakan truk sejumlah awak mobil mempertontonkan atraksi ular melingkar di tubuh. Sontak saja ini membuat warga terpukau bahkan tak sedikit dari mereka heran. Pawai lampion kali ini, tidak saja menampilkan peserta lokal Singkawang, peserta yang berpatisipasi juga datang dari luar kota, Seperti Kecamatan Pemangkat, Kota Sambas dan daerah lainya. Serta instansi pemerintahan baik dilingkup Pemkot Singkawang maupun lembaga vertikal, dan perbankan, pengusaha hotel. Walikota Hasan Karman, menegaskan pawai lampion ini selain melestarikan budaya, tapi juga hiburan bagi masyarakat Kota Singkawang. Makanya diharapkan kedepannya seiring kualitas acara yang semakin baik maka akan lebih banyak lagi warga luar kota yang ke Singkawang. “Mereka sangat antusias ini berari kegiatan memeriahkan pawai lampion ini disambut positif masyarakat, bahkan ajang ini merupakan promisi wisata menarik,” pungkasnya.

February 17, 2011 at 18:20 Leave a comment

Membunuh Terpancing Omongan

Penyesalan tak ada gunanya. Bisikan jahat selalu terngiang di telinga pelaku. Isu santet telah merasuki jiwa hingga tega membunuh warga sekampung.

Pontianak. Dua tahun penantian menunggu waktu yang tepat, membuat Abdussalam, 36, selalu direcoki pikiran jahat. Kematian orang tuanya selalu dikaitkan dengan isu dukun santet Asmadi alias Asmat, 56, sebagai penyebabnya.

”Sebenarnya saya sudah hampir melupakan semuanya, tetapi masih banyak warga yang membicarakan kematian ibu saya yang disebabkan dibunuh oleh Asmadi,” ujar Abdussalam di sela-sela rekonstruksi pembunuhan Asmadi, Rabu (16/2) sekitar pukul 10.00 di Jalan Parit H Husin II Ujung.

Pembunuhan Asmadi oleh Abdussalam dengan cara sadis dibantu oleh anaknya, Suryadi, 13 dan tetangganya, Fhadoli, 15. Ditemui Equator di lokasi rekonstruksi, Abdussalam mengaku terus teringat kematian orang tuannya yang meninggal dalam keadaan yang tidak wajar, seluruh tubuhnya bengkak-bengkak.

Menurut dia, ucapan warga sempat tak dihiraukan malah mencoba mengikhlaskan kematian orang tuannya itu. Namun ucapan warga terus menghantui pikirannya seolah-olah Asmadi-lah yang menyantet ibunya.

”Pikiran saya sudah tak tahan untuk membunuh Asmadi. Pada hal saya sudah mencoba melupakannya. Bisikan itu terus datang dan memancing saya untuk menghabisi Asmadi,” tambah Asmadi.

Beberapa hari kemudian, ia semakin terpancing hingga membuatnya gelap mata. ”Pas mendapat kesempatan, pikiran saya langsung gelap dan kepingin secepatnya membunuh Asmadi,” tambah korban.

Abdussalam memang menyesal, tetapi apa gunanya penyesalan yang datangnya selalu terlambat. Asmadi telah dibunuh dengan cara lehernya digorok dan nyaris putus. Kemudian jasadnya dilemparkan ke parit, Sabtu (12/2) sekitar pukul 23.00 sepulangnya korban dari perayaan maulid di rumah salah seorang warga Jalan Parit Bhakti Suci 1 Kuala Dua, Sungai Raya.

Abdussalam, Suryadi dan Fhadoli telah bersekongkol bertindak jahat. Mereka menunggu korban di depan rumahnya dan mencegat korban. Ketiganya berbagi tugas. Fhadoli memegang tangan korban, Suryadi memegang kaki. Sedangkan Abdussalam langsung menggesekkan celurit ke leher korban sebelah kanan.

”Saya tidak tahu harus bagaimana, karena pikiran saya kemarin sangat gelap. Saya sangat menyesal dan tidak bisa tidur setelah membunuhnya, bahkan melibatkan anak saya,” sesal Abdussalam.

February 17, 2011 at 18:18 Leave a comment

Puncak Cap Go Me. Tatung, Naga dan Barongsai Siap Beraksi

PONTIANAK- Hari ini (17/1) adalah puncak dari perayaan Cap Go Meh 2562. Di Singkawang atraksi tatung menjadi pusat perhatian ribuan orang. Baik warga lokal maupun wisatawan. Persiapannya telah matang. Bahkan beberapa tatung sudah ada melakukan ritual bersih jalan (Selengkapnya baca halaman 17). Sementara itu dua tempat yang tak kalah ramai adalah di Kota Pontianak dan Kabupaten Kubu Raya. Keramaian bakal terjadi di beberapa lokasi. Ribuan manusia akan tumpah ruah menyaksikan pagelaran di hari ke lima belas bulan satu penanggalan Imlek ini.

Di Kota Pontianak Yayasan Bhakti Suci (YBS) mengadakan pawai besar-besaran yang menempuh rute Jalan Gajah Mada, Diponegoro, dan Hijas. Nantinya akan ditampilkan berbagai macam pertunjukan, tidak hanya dari etnis Tionghoa saja, berbagai kesenian etnis Dayak, Melayu dan beberapa suku nusantara lainnya. Akan ada duapuluhan grup yang mengisi pawai dari siang hingga petang.Ketua Panitia Cap Go Meh YBS Simon Budianto mengharapkan dengan acara ini minat investor di Pontianak akan meningkat. “Ini acara kebersamaan untuk semua warga. Pawai juga menampilkan kesenian dan kebudayaan dari etnis lain. Semoga menjadi daya tarik wisata dan menarik investor,” harapnya.

Acara yang bertajuk “Puncak Acara Perayaan Cap Go Meh Bersama 2011” ini akan menghadirkan sembilan naga dan barongsai yang siap memukau Kota Pontianak. Sebagian jalan akan ditutup dari siang sampai sore hari. Malamnya pesta kembang api dimulai di sekitaran Gajah Mada.Acara besar lainnya digelar di Kubu Raya, tepatnya di Jalan Tol Kapuas Dua Arteri Supadio yang merupakan pusat Festival Cap Go Meh Majelis Adat Budaya Tionghoa Kalbar. Rencananya lebih dari lima puluh tatung akan beraksi di sana. Selain itu festival juga akan diramaikan oleh lima naga dan delapan barongsai.

Ada pula pergelaran tari nusantara, pawai patung kelinci raksasa, lampion raksasa dua belas shio, drum band, tanjidor. Tokoh mitologi Tiongkok macam Sun Go Kong, Cu Pat Kai, Biksu Thong, Dewi Kwan Im, Hakim Bao, dan Da Bo Gong pun hadir untuk menyemarakan suasana. Sementara puluhan stand kuliner dan pedagang kaki lima siap menunggu pembeli.Atraksi-atraksi tersebut itu baru pukul 14.00 mulai menunjukan aksinya. Pasalnya, pagi hari sampai siang panitia melakukan gladi resik. Berbeda dengan festival beberapa tahun belakangan, sekarang tatung dan yang lainnya tidak akan diarak keliling kota. Mereka hanya akan menunjukan aksinya di jalan tempat dilangsungkannya festival. Untuk itu jalan area festival akan ditutup sejak jam sepuluh pagi hingga menjelang malam.

“Persiapan kami sudah fix, besok siang (hari ini) semua (acara) tinggal di jalankan. Tapi pagi jalan ini (Tol Kapuas Dua Arteri Supadio) akan disterilkan. Jam sepuluh jalan dua arah sudah ditutup,” ujar Rinaldy, Wakil Ketua Panitia.Meskipun terdapat keramaian di dua lokasi yang berbeda, Kepala Bagian Operasional Komisaris Polresta Pontianak Teguh P. Nugroho yakin proses Cap Go Meh akan berlangsung aman. “Melihat selama seminggu ini situasinya terkendali. Pengamanan difokuskan di jalan yang dilewati naga. Satu naga akan dijaga lima belas polisi, dan dipimpin satu perwira. Total akan ada seribu personil untuk pengamanan,” ungkapnya.

Selain itu, Teguh juga menghimbau kepada masyarakat yang ingin menonton acara. “Kegiatan ini (CGM) yang jelas harus kita sukseskan. Kami minta kepada masyarakat untuk dengan tertib menonton, parkir kendaraan yang rapi, dan jangan lupa dikunci ganda. Jangan memakai perhiasan yang bisa memancing tindak kriminal,” sambungnya.Selain oleh pihak kepolisian, pengamanan Cap Go Meh di Kubu Raya juga dibantu oleh Forum Kubu Raya Bersatu (FKRB) yang menurunkan sekitar 250 anggotanya. “Kami akan berusaha semaksimal mungkin membantu pengamanan festival. Terutama untuk parker dan pengaturan lalu lintas,” kata Usman A Rasyid Ketua FKRB.

February 17, 2011 at 18:16 Leave a comment

Jenggot Naga di Buru Warga

Pontianak. Tradisi naga buka mata yang dikomandoi Yayasan Bhakti Suci (YBS) di Jalan Diponegoro, Selasa sore (15/2) berlangsung meriah. Warga antusias berebut jenggot naga yang dipercaya warga Tionghoa bisa membawa rezeki.

“Siapa yang dapat jenggot itu akan mudah rezekinya,” kata Andika, salah seorang anggota pemain naga dari kelompok Pemadam Kebakaran Panca Bhakti kepada sejumlah wartawan usai tradisi buka mata, Selasa (15/2).

Ribuan warga yang sudah menyemut di Jalan Diponegoro saling berdesakan ingin mengambil jenggot naga yang terbuat dari benang sulam di kepala naga. Aparat keamanan yang terdiri dari unsur TNI, Pol PP, Polisi dan organisasi Pemuda Pancasila pun dibuat sibuk mengendalikan antusias warga tersebut.

Tradisi naga buka mata diikuti enam naga. Masing-masing dari Badan Pemadam Api Siantan (BPAS) Siantan, Yayasan Pemadam Kebakaran (YPK) Panca Bhakti, Pemadam Kebakaran Budi Pekerti, Pemadam Kebakaran Khatulistiwa, Pemadam Kebakaran Merdeka, dan Pemadam Kebakaran Gang Siaga. “Selain nambah rezeki, jenggot naga juga memberikan keselamatan,” tutur Andika.

Naga yang ikut dalam tradisi buka mata tersebut datang secara bergantian ke Kelenteng Kwan Ti Bio. Dua loya yang sudah ada dalam kelenteng itu, masing-masing Suhu Ahew dan Suhu Yanse kemudian melakukan ritual buka mata. “Tradisi buka mata ini berarti memasukkan roh ke dalam naga,” tukas Andika.

Usai naga buka mata, masing-masing naga lalu melakukan atraksi di depan kelenteng. Naga-naga itu kemudian bergantian menuju pos panitia atraksi naga yang ada di depan kelenteng.

Di pos itu naga-naga disambut Ketua Umum YBS The Iu Sia, Wakil Walikota Pontianak Paryadi, Komandan Kodim 1207/Pontianak Letkol Infantri Djarat Brima Yoga, Kapolresta Pontianak Kombes Pol Mucharom Riyadi dan Waka Polresta AKBP Agus Mandarwanto. Mereka memberikan berkat kepada naga yang ikut dalam acara buka mata itu.

Abi Hasni Tahir, Koordinator Permainan Naga Perayaan Imlek dan Cap Go Meh YBS mengatakan, panitia perayaan Imlek dan Cap Go Meh 2562 tahun ini sengaja membatasi jumlah naga. Hal itu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. “Tahun lalu ada delapan naga. Kalau tahun ini kita batasi hanya enam naga yang ambil bagian,” kata Abi.

Ketua Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh YBS, Simon Budianto mengatakan, enam naga yang mengikuti tradisi buka mata kemarin akan berkunjung ke instansi pemerintah, hari ini. “Besok tiga naga akan ke kantor gubernur, kantor DPRD provinsi, Mapolda, dan Makodim. Sementara tiga naga lainnya akan berkunjung ke kantor Wali Kota Pontianak, Makodam, kantor DPRD Kota Pontianak, dan Polresta Pontianak,” ucapnya.

Simon menambahkan, kunjungan tersebut akan dimulai pukul 08.00 hingga pukul 11.00. “Setelah itu naga akan mengunjungi donator masing-masing. Tiap naga akan dikawal 15 orang petugas polisi,” pungkasnya.

February 17, 2011 at 18:14 Leave a comment

Sewa Gedung KonsulatMalaysia Distop

PONTIANAK – Pemerintah
Provinsi Kalimantan Barat tidak memperpanjang
kontrak gedung untuk kantor Konsulat Malaysia
di Jalan Sutan Syahrir, Pontianak.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Pemprov Kalbar Bachtiar saat dihubungi di
Pontianak, Kamis (17/2/2011), mengatakan,
kontrak gedung di depan Rumah Adat Melayu
itu habis pada akhir Desember 2010.
“Kontrak tidak diperpanjang lagi oleh Pemprov
Kalbar karena akan dimanfaatkan untuk
kepentingan pemerintahan,” kata dia.
Gedung tersebut akan dijadikan rumah dinas
Sekretaris Daerah Pemprov Kalbar yang kini
dijabat M Zeet Hamdy Assovie, meski
sebenarnya sudah ada di Jalan Imam Bonjol,
Pontianak.
Namun, rumah dinas itu rencananya akan
digunakan untuk Unit Pelaksana (Upel)
Transmigrasi yang selama ini berkantor di Jalan
Urai Bawadi, Pontianak.
Sedangkan Unit Pelaksana Rehabilitasi Sosial
(UPRS) yang selama ini ditempatkan di Jalan
Trans Kalimantan, Kecamatan Sungai
Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, akan
dipindahkan ke kantor bekas Upel Transmigrasi
tersebut.
Hal itu, lanjut dia, karena gedung UPRS tersebut
akan dimanfaatkan untuk Kampus Insitut
Pemerintahan Dalam Negeri rencananya akan
diselenggarakan di Kalbar. “Saat ini kami terus
menata penggunaan gedung-gedung milik
Pemprov Kalbar dengan memanfaatkan yang
sudah ada,” kata dia.
Ia menambahkan, untuk tahun depan baru
diperhitungkan pembangunan gedung baru
guna memenuhi kebutuhan pemerintahan. Ia
mencontohkan, untuk Badan Pengelolaan
Keuangan dan Aset, masih menggunakan
gedung-gedung yang lama, yaitu di Kantor
Gubernur Kalbar Jalan Ahmad Yani Pontianak.
“Jadi, baik keuangan masih di tempatnya dan
aset pun masih ditempatnya yang lama,” kata
Bachtiar. Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset
merupakan gabungan dari Biro Keuangan dan
Biro Aset. Sedangkan Kantor Konsulat Malaysia
di Pontianak untuk sementara dipindah ke Hotel
Mercure.

February 17, 2011 at 07:42 Leave a comment

PONTIANAK – Besok Kamis (17/2) Festival Cap Go
Meh 2562 yang diadakan oleh Majelis Adat
Budaya Tionghoa mencapai titik puncaknya.
Rencanaya untuk memeriahkan acara di Jalan Tol
Kapuas Dua Arteri Supadio ini akan turun sekitar
lima puluh tatung. Mereka berasal dari wilayah
Pontianak dan Kubu Raya.Selain atraksi tatung,
festival juga akan diramaikan oleh pertunjukkan
naga dan barongsai. Jumlah naga yang tampil
berkurang dari delapan ekor menjadi lima ekor
saja. Sementara barongsai berjumlah delapan
ekor.
Ketika ditanya perihal berkurangnya jumlah naga
yang turun, Ketua MABT Kalbar Harso Suwito
Utomo menjawab, “Tinggal lima karena dua naga
mengundurkan diri, pemiliknya meninggal dunia
kemarin. Satunya lagi masih ada pembicaraan
yang belum tuntas. Tapi kami yakin hal ini tidak
akan mengurangi kemeriahan.”Panitia juga
menghadirkan berbagai tontonan massal lainnya
seperti karnaval patung kelinci raksasa
berdiameter 15 meter, pergelaran tari nusantara,
lampion raksasa dua belas shio, drumband, dan
tanjidor. Ada pula pawai lakon tokoh legenda
Tiongkok macam Sun Go Kong, Cu Pat Kai, Biksu
Thong, Dewi Kwan Im, Hakim Bao, Da Bo Gong,
dan lain-lain.
Atraksi-atraksi tersebut dimulai sejak pagi. Namun
khusus tatung baru pukul 14.00 mulai
menunjukkan aksinya. Alasan panitia adalah
butuh waktu panjang untuk gladi resik. Malamnya
ada final lomba-lomba. Festival sendiri
rencananya akan ditutup lusa (18/2), yang akan
diisi berbagai tontonan dan pengumuman
berbagai lomba. “Kami mengajak kepada
masyarakat Pontianak dan Kubu raya untuk
datang ke lokasi ini (Tol Kapuas Dua). Karena ini
bukan milik orang Tionghoa semata. Sesuai tema
kami, festival ini sebagai ajang silaturahmi dan
kebersamaan. Jadi terbuka untuk semua,” ujar
Harso.
Sementara itu, Ribuan orang kemarin (15/2) mulai
mendatangi Jalan Tol Kapuas Dua Arteri Supadio
Kabupaten Kubu Raya. Tujuannya adalah untuk
menyaksikan Festival Cap Go Meh 2562 yang
telah berlangsung sejak Jumat (11/2) pekan
lalu.Meski acara puncak baru akan berlangsung
besok (17/2), suguhan pertunjukan dan
perlombaan yang dihadirkan panitia mampu
menjadi magnet tersendiri untuk menarik minat
masyarakat. “Jumlah orang yang menonton hari
ini lebih besar lima kali lipat,” ujar Harso.Belum
lagi lima puluhan stan kuliner dan pameran serta
para pedagang kaki lima yang memanjang di di
lokasi festival semakin menambah ramai suasana.
Dibanding hari-hari sebelumnya, kemarin
antusiasme masyarakat untuk datang ke lokasi
meningkat tajam. Selain bertepatan dengan hari
libur nasional, tontonan juga terasa lebih menarik.
Sejak pagi hari telah ada aksi barongsai di area
keramaian. Sekitar jam sembilan pagi, tiga naga
dari lima naga yang akan tampil besok menjalani
ritual buka mata. Upacara ini berlangsung di
Klenteng Tri Dharma Jalan Adisucipto Kubu Raya
dan disaksikan oleh Wakil Bupati Kubu Raya
Andreas Muhrotien. Setelah itu, naga-naga
sepanjang belasan meter ini menuju lokasi festival
untuk memamerkan aksinya.Hal ini berkaitan
dengan kepercayaan di kalangan sebagian
masyarakat Tionghoa bahwa ada naga yang
pernah berkelahi dengan manusia dan terkena
panah di bagian mata. Kemudian seorang
pendeta yang mengobati dengan berbagai
mantra sehingga mata naga dapat sembuh
kembali. Oleh karena itu, sebelum beraksi naga
harus menjalani upacara buka mata terlebuh
dahulu.
Acara puncak pada Cap Go Meh, Senin perayaan
Imlek dan Cap Goh Meh diakhiri dengan
pembakaran setiap naga yang menjalani ritual
buka mata. Hal itu dimaksudkan untuk mencegah
adanya korban bagi orang yang
memainkan.Selain naga Festival Cap Go Meh, di
beberapa tempat juga berlangsung prosesi buka
mata ini. Seperti yang terlihat di Jalan Diponegoro
sore kemarin, Kota Pontianak. Setidaknya enam
naga dari yayasan-yayasan pemadam
kebarakaran, yaitu Panca Bhakti, Merdeka,
Khatulistiwa, Budi Pekerti, Siantan, Siaga 1 meliuk-
liuk dengan indahnya. Sebelumnya mereka telah
dimantrai di klenteng Kwang Ya Keng.

February 16, 2011 at 11:57 Leave a comment

Stok BBM Habis, Antri Dua Jam Hanya Untuk Mendapat Bensin

Antrian bensin pontianak, kapal karam

Antrian Panjang di SPBU Pontianak

Krisis bahan bakar minyak (BBM) nyaris terjadi diseluruh wilayah Kalbar. Sejumlah SPBU tutup lebih awal. Rata-tanya hanya dua jam. Jatah pasokan bensin yang mereka terima dari Pertamina jauh berkurang. Antrean panjang pun terlihat dimana-mana. Sedangkan harga eceran melambung tinggi. (more…)

February 15, 2011 at 11:43 Leave a comment

Older Posts