Penangkapan Kayu Tanpa Dokumen

November 5, 2010 at 21:15 Leave a comment

PONTIANAK – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat
mengamankan kayu campuran jenis meranti
ukuran 77 x 4 meter sebanyak 198 batang tanpa
dokumen di Desa Ambawang Kuala, Jalan Trans-
Kalimantan, Selasa (2/11).
Pemilik toko bangunan sekaligus kayu, GBS, 52
dan sopir truk, Ar, 42 berhasil diamankan. Kini
keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan
penahanannya dititipkan di Rumah Tahanan
Negara klas II A Pontianak. Keduanya dijerat
dengan UU 41/1999 tentang Kehutanan pasal 50
ayat (3) huruf h. Komandan SPORC Brigade
Bekantan Kalbar, David Muhammad, Kamis (4/11),
menjelaskan, keberhasilan mengungkap
peredaran kayu ilegal yang diamankan saat
dalam operasi patroli rutin.
Saat berpatroli, petugas SPORC yang dipimpin
Barata Sibarani melihat truk KB 9066 SB
membawa kayu. “Akhirnya truk tersebut diikuti
dari belakang. Sebab ada indikasi kayu tersebut
ilegal,” kata David. David menambahkan, truk
bermuatan kayu tersebut dibuntuti hingga
berhenti di sebuah toko bangunan di Jalan Trans
Kalimantan. “Saat sopir turun, petugas langsung
menyergap. Ketika ditanya dokumennya, sopir
tidak dapat menunjukkan.
Sehingga truk bermuatan kayu dan sopir
langsung digelandang ke SPORC,” kata David.
Merasa tidak terima dengan penangkapan sopir
dan pengamanan kayu, lanjut David, BGS selaku
pemiliki mendatangi SPORC. Maka ia pun
diperiksa. Sebelum akhirnya ikut ditetapkan
menjadi tersangka dan ditahan di rutan. “Cukong
kayu langsung diperiksa petugas saat mendatangi
SPORC.
Berdasarkan pemeriksaan pemulaan, GBS terbukti
melanggar UU kehutanan dan langsung ditahan,”
kata David. Berdasarkan keterangan Ar kepada
Penyidik SPORC, kayu diangkut dari sawmill milik
GBS di Desa Lintang Batang, Sungai Ambawang.
Telah tiga kali dia mengangkut kayu dari tempat
yang sama. Dengan upah Rp60 ribu tiap kali
angkut. Hasil pemeriksaan, kata David, Ar dan
GBS mengakui kayu yang telah diangkut tanpa
kelengkapan dokumen resmi.
Karena itu, pihaknya terus mengembangkan
penyelidikan terhadap toko bangunan milik BGS.
Sebab diduga kuat kayu yang masuk ke toko
GBS merupakan ilegal. Hal sama dengan sawmill
yang berada di Lintang Batang, tetap diselidiki
asal muasal suplaian kayunya. “Jika terbukti
bersalah, kedua tersangka diancam dengan
hukuman penjara lima tahun dan denda Rp10
miliar,” kata David.

Advertisements

Entry filed under: News. Tags: , , , , .

Bangun Jalan ke Temajok Tambang Emas Liar Desa Loko Digerebek

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed



%d bloggers like this: