Archive for November, 2010

Penangkapan Kayu Tanpa Dokumen

PONTIANAK – Satuan Polisi Hutan Reaksi Cepat
mengamankan kayu campuran jenis meranti
ukuran 77 x 4 meter sebanyak 198 batang tanpa
dokumen di Desa Ambawang Kuala, Jalan Trans-
Kalimantan, Selasa (2/11).
Pemilik toko bangunan sekaligus kayu, GBS, 52
dan sopir truk, Ar, 42 berhasil diamankan. Kini
keduanya ditetapkan sebagai tersangka dan
penahanannya dititipkan di Rumah Tahanan
Negara klas II A Pontianak. Keduanya dijerat
dengan UU 41/1999 tentang Kehutanan pasal 50
ayat (3) huruf h. Komandan SPORC Brigade
Bekantan Kalbar, David Muhammad, Kamis (4/11),
menjelaskan, keberhasilan mengungkap
peredaran kayu ilegal yang diamankan saat
dalam operasi patroli rutin.
Saat berpatroli, petugas SPORC yang dipimpin
Barata Sibarani melihat truk KB 9066 SB
membawa kayu. “Akhirnya truk tersebut diikuti
dari belakang. Sebab ada indikasi kayu tersebut
ilegal,” kata David. David menambahkan, truk
bermuatan kayu tersebut dibuntuti hingga
berhenti di sebuah toko bangunan di Jalan Trans
Kalimantan. “Saat sopir turun, petugas langsung
menyergap. Ketika ditanya dokumennya, sopir
tidak dapat menunjukkan.
Sehingga truk bermuatan kayu dan sopir
langsung digelandang ke SPORC,” kata David.
Merasa tidak terima dengan penangkapan sopir
dan pengamanan kayu, lanjut David, BGS selaku
pemiliki mendatangi SPORC. Maka ia pun
diperiksa. Sebelum akhirnya ikut ditetapkan
menjadi tersangka dan ditahan di rutan. “Cukong
kayu langsung diperiksa petugas saat mendatangi
SPORC.
Berdasarkan pemeriksaan pemulaan, GBS terbukti
melanggar UU kehutanan dan langsung ditahan,”
kata David. Berdasarkan keterangan Ar kepada
Penyidik SPORC, kayu diangkut dari sawmill milik
GBS di Desa Lintang Batang, Sungai Ambawang.
Telah tiga kali dia mengangkut kayu dari tempat
yang sama. Dengan upah Rp60 ribu tiap kali
angkut. Hasil pemeriksaan, kata David, Ar dan
GBS mengakui kayu yang telah diangkut tanpa
kelengkapan dokumen resmi.
Karena itu, pihaknya terus mengembangkan
penyelidikan terhadap toko bangunan milik BGS.
Sebab diduga kuat kayu yang masuk ke toko
GBS merupakan ilegal. Hal sama dengan sawmill
yang berada di Lintang Batang, tetap diselidiki
asal muasal suplaian kayunya. “Jika terbukti
bersalah, kedua tersangka diancam dengan
hukuman penjara lima tahun dan denda Rp10
miliar,” kata David.

Advertisements

November 5, 2010 at 21:15 Leave a comment

Bangun Jalan ke Temajok

SAMBAS–Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga,
Pengairan, Energi dan Sumber Daya Mineral
Kabupaten Sambas merencanakan pembangunan
jalan dari Desa Ciremai ke Temajok, Paloh.
Sampai saat ini, akses menuju desa yang
pantainya berbatasan dengan Malaysia ini belum
ada. Masyarakat menggunakan bibir pantai
menuju ke Temajok.“Ini masih rencana, tapi akan
kita usahakan pendanaannya agar daerah tersebut
tidak lagi terisolir,” ujar Kepala Dinas PU Bina
Marga, Pengairan Energi dan Sumber Daya
Mineral Kabupaten Sambas, Fery Madagaskar,
kemarin, di ruang kerjanya.
Rencana pembangunan jalan tersebut sepanjang
34 kilometer. Menghubungkan beberapa desa di
Paloh dengan Temajok. Sedangkan lebarnya
mencapai enam meter dengan badan jalan 30
meter. “Rencana badan jalan memang lebar, agar
suatu saat pelebaran jalan tidak lagi kesulitan,”
ungkap Fery.Pengerjaan jalan Ciremai-Temajok
tersebut bakal memakan dana yang tidak sedikit.
Karena strukturnya pasir yang kedalamannya
cukup tinggi. Fery menjelaskan, jika
menginginkan kontruksi jalan yang baik, pasirnya
harus dikeruk dengan kedalaman tertentu baru
kemudian diisi tanah. “Kalau tidak demikian
pemadatan jalan sulit dilakukan, karena pasirnya
cukup dalam,” paparnya.
Sampai sekarang, Fery masih memikirkan
pendanaan jalan itu. Rencananya dia bakal
memperjuangkan penganggaran melalui APBN.
Semoga saja, katanya, pengajuan ke pusat dapat
diterima. “Ini masih ide, mudah-mudahan saja
terlaksana. Tergantung sumber dana, kalau ada
uang pengerjaannya gampang,” ujarnya.Tidak
kalah pentingnya, Fery berharap, masyarakat
yang akan dilalui jalan mempermudah pelepasan
tanah. Karena kalau masyarakat mempersulit,
pembangunan pasti terkendala. “Mudah-
mudahan juga masyarakat merelakan tanahnya
untuk dibangun jalan,” katanya berharap.Akses
Ciremai-Temajok sangat penting. Temajok
merupakan desa yang berbatasan dengan
Malaysia, namun sampai sekarang tidak ada akses
yang layak ke sana. Selain faktor keamanan,
aspek ekonomi juga tidak kalah penting. “Dengan
adanya jalan perekonomian masyarakat
meningkat. Keamanan negara juga akan terjaga,
karena mempermudah mobilisasi penjagaan
perbatasan,” ucap Fery.

November 4, 2010 at 10:51 Leave a comment