Lokalisir Naga Diperluas

February 1, 2009 at 05:52

Michael Yan Sriwidodo

Michael Yan Sriwidodo

KEPUTUSAN Pemerintah Kota Pontianak mengizinkan perarakan naga pada perayaan Cap Goh Meh mendapat respon positif dari warga Tionghoa. Namun melokalisir kegiatan di Jalan Gajahmada dinilai tidak tepat. “Lokalisir itu akan membuat warga tumpah di satu tempat. Sebaiknya lokalisir diperluas,” kata Anggota DPRD Kalbar Michael Yan Sriwidodo di Pontianak kemarin (31/1). Ia mengusulkan, permainan naga dan barongsai juga diarahkan ke Jalan Pahlawan, Tanjungpura kemudian masuk ke Jalan Agus Salim dan kembali ke Jalan Gajahmada. “Saya kira rute ini sudah cukup untuk menampung dan bisa memberikan kenyamanan masyarakat yang ingin menonton,” tambahnya.

Terkait pelarangan pertunjukkan tatung, Michael memahaminya. Menurutnya, pelarangan itu bisa dimengerti tetapi harus dibiarkan bermain di klenteng-klenteng karena itu satu bentuk penghormatan. “Kalau di luar bisa saja diarahkan di atas mobil,”katanya. Pihaknya tetap mendukung apa yang telah diputuskan oleh pemerintah kota. Namun aktraksi tatung juga menarik masyarakat sekaligus wisatawan. “Harus dilihat bahwa permainan itu sebagai satu gerakan aktratif. Tapi kalau mengarah pada sadisme memang harus dilarang,” ujarnya. Rapat bersama antara pemkot, Ormas Melayu, masyarakat Tionghoa, kejaksaan, kepolisian beberapa waktu lalu telah diputuskan kalau perarakan naga diperbolehkan pada perayaan Cap Goh Meh. Pemkot memberi waktu enam jam untuk melakukan arakan naga di Jalan Gajahmada.

Namun pertemuan itu sepakat untuk melarang aktrasi tatung. ”Tatung tidak boleh di Kota Pontianak karena bukan budaya. Seandainya tetap ada, akan dihentikan,” kata Walikota Pontianak Sutarmidji. Naga hanya boleh diarak satu hari, pada 9 Febuari mendatang. Paling lama hanya enam jam, mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB di Jalan Gajahmada. Sebelum diarak, naga berkumpul di Kebun Sajoek. Kemudian diarak menuju Jalan Gajahmada. ”Hanya di Jalan Gajahmada saja. Jika ada di luar Jalan Gajahmada, akan dibubarkan,” kata Sutarmidji.Sedangkan saat naga buka mata pada 7 Febuari mendatang, naga tidak boleh diarak. Jika ingin mengunjungi bermain di rumah-rumah untuk mengumpulkan dana, harus menggunakan truk.

Sumber PontianakPost

Advertisements

Entry filed under: Home. Tags: .

Jalan Hancur Jembatan Putus



%d bloggers like this: