Archive for February, 2009

Abu Naga Dipercaya Bawa Rezeki

SUNGAI RAYA -Atraksi karnaval

Bakar Naga

Bakar Naga

naga merayakan Cap Goh Meh di Kota Pontianak berakhir. Prosesi itu berakhir dengan ritual pembakaran delapan naga, Selasa (10/2) pukul 15.00 di Yayasan Pemakaman Bhakti Suci, Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya. Bagi penganut, pembakaran di tahun kerbau akan memperlancar rezeki, memperpanjang umur dan keselamatan bagi warga Kalbar.

Ritual bakar naga membuat warga tumpah menyaksikan langsung prosesi tersebut. Masyarakat berbondong-bondong datang meny

aksikan ritual tersebut. Bahkan ada yang percaya mengambil abu sisa pembakaran, akan memberi berkah sepanjang tahun ini. Sebelum dilakukan pembakaran, beberapa naga yang terdaftar dari berbagai yayasan di Kota Pontianak ada yang melakukan atraksi tutup mata. Atraksi tersebut dilakukan di beberapa tempat. Bahkan beberapa kelompok permainan naga beberapa waktu sebelumnya mengelar pertunjukan pada beberapa instansi. Ada yang melakukannya di Mapoltabes Pontianak, Polda Kalbar dan beberapa instansi pemerintah daerah ini. Ada juga, yang mempertontonkan kelihaiannya meliuk-liuk di beberapa tempat usaha. Naga beraksi selama Cap Go Meh, kemudian pulang ke nirwana.

Warga yang melihat langsu

ng prosesi “mengantar” naga ke langit begitu berjubel memenuhi lokasi pembakaran. Animo masyarakat sangat besar pada penutupan Imlek ke 2560 dengan puncak acara pembakaran naga (Sau Liong). Satu persatu secara bergantian naga ditaruh di tanah lapang dengan posisi melingkar lalu dibakar beramai ramai. Ketika api menyala membakar naga, tidak pelak warga disekitarpun bersorak kegirangan dan sambil menyembah. Ada juga warga berlomba-lomba untuk mengambil abu kayu api membakar naga, yang konon bisa membawa keberuntungan.

Sebelum dibakar naga-naga b

ersama para pengarak yang masih muda memberi penghormatan terakhir di klenteng sekitar lokasi pembakaran. Setiap naga, saat tiba di lokasi, lalu memberikan penghormatan dengan sembahyang terakhir di kelenteng. Naga diletakkan di formasi melingkar, layaknya seekor ular yang istirahat. Usai diritualkan, naga dibakar bergiliran. Ketua Pekong Wui Tho Fu Sat di sekitar kawasan tempat pembakaran naga, Tan Bak Kung menjelaskan kalau ritual tutup mata dan pembakaran naga merupakan bagian perayaan tahun baru Imlek dan Cap Go Meh. Warga Tionghoa memiliki kepercayaan kalau naga-naga yang sudah turun ke bumi membawa misi kebaikan, dan mengusir roh jahat di sekeliling

manusia.

“Pembakaran juga memilik

i makna dan kepercayaan lain menghindari berbagai musibah tidak diinginkan. Apabila tak dilakukan, diyakini akan menim

b

ulkanbencana seperti banjir, kebakaran, dan musibah lain. Upacara pembakaran juga ditata sendiri dengan mulainya dari kepala naga,” kata Tan Bak Kung. Usai dibakar satu per satu dan api benar-benar padam, ribuan warga yang sejak tadi memenuhi pemakaman saling berebutan memperoleh abu pembakaran naga. Abu naga diyakini membawa keberuntungan. Selain barongsai, naga adalah simbol kekuatan. Naga juga dipercayai memiliki magnet mengusir bala juga sebagai lambang kekuasaan. “Setelah ritual itu dilakukan, kami percaya naga-naga ini akan membawa berkah,”

jelas penjaga pekong Wui Tho Fu Sat ini. Sukses melaksanakan misi pembakaran, roh naga diantar kembali ke langit

(Nirwana). Tentunya keberangkatan naga ke atas disertai dengan doa-doa, supaya kehidupan manusia di bumi benar-benar terlindungi dan diberi berkah berlimpah.

Bakar Naga
Advertisements

February 11, 2009 at 09:38 Leave a comment

Siapkan Atraksi Menarik

Lampion_capgomeh

Lampion_capgomeh

PONTIANAK – Para pemain naga dalam perayaan Cap Goh Meh siap mempertontonkan atraksi menarik. Kendati bermain dalam kecemasan, para pemain sudah berlatih sejak beberapa waktu lalu. “Kami akan main. Kami tetap ikut aturan main,” kata Abun, pemain naga dari Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak, Rabu (4/2). Abun mengaku tidak melakukan persiapan yang serius. Karena para pemain naga yang akan dilibatkan merupakan pemain lama. Kepiawaian mereka sudah terasah sejak tahun 90-an. Rencananya, seluruh atribut permainan naga baru akan di bagikan pada Jumat (6/2) nanti.
“Tahun ini kami akan tampil dengan naga sepanjang 65 meter dan dua ikan mas,” katanya kepada Pontianak Post.

Selain dibakar, naga Yayasan Pemadam Kebakaran Panca Bhakti Pontianak rencananya akan ber-shin cia ke kediaman sejumlah donatur. Kedatangan naga tersebut tentu saja untuk mengusir hawa jahat, sekaligus memberi penghormatan. Dalam perayaan Cap Go Meh 2560 ini, Abun berharap semua dapat berjalan lancar tanpa ada halangan. Badan Pemadam Kebakaran Swasta Budi Pekerti menyatakan siap meramaikan arak-arakan naga yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Pebruari di Jalan Gajah Mada Pontianak. Menurut Ketua Panitia Naga BPK tersebut, Ng Ai Ming, naga yang akan diturunkan pihaknya yaitu sepanjang 60 meter. Naga itu merupakan sumbangan dari para donatur. Sebanyak 120 orang pemain naga juga telah disiagakan.

Ng Ai Ming yang saat itu didampingi sekretarisnya, Sudianto, juga menyebutkan bahwa untuk tahun ini tidak ada latihan khusus yang dilaksanakan oleh pihaknya. Para pemain hanya diinstruksikan untuk latihan fisik yang dilakukan secara pribadi. Hal ini karena kebanyakan pemain sudah berpengalaman. “Para pemain kita rata-rata orang lama dan mereka sudah melaksanakan latihan,” katanya usai rapat internal di BPK Budi Pekerti, kemarin siang. Latihan fisik yang dimaksudkannya yaitu berupa jogging, latihan pernafasan dan lain-lain. Meskipun sudah siap untuk “turun”, sejauh ini pihaknya belum mendapatkan informasi yang jelas dari panitia induk arak-arakan naga.

Sebab, panitia terlebih dahulu akan menggelar rapat bersama yang dipusatkan di Sekretariat Pemadam Kebakaran Jalan Merdeka, Rabu (4/2) malam. “Kita belum tahu pasti berapa total naga yang akan turun, kapan naga buka mata, jam berapa arak-arakan naga dan bagaimana teknisnya. Setelah rapat nanti malam baru semuanya jelas,” ujar dia. Dari informasi yang diperoleh Pontianak Post, sedikitnya ada empat badan pemadam kebakaran yang akan menurunkan naganya dalam perayaan tahun ini yaitu BPK Budi Pekerti, Panca Bhakti, Merdeka dan YPKK (Yayasan Pemadam Kebakaran Khatulistiwa). Ng Ai Ming juga sedikit berkomentar mengenai adanya kelompok tertentu yang kurang setuju dengan arak-arakan naga. Pada prinsipnya, kata Ai Ming, pihaknya akan mengikuti aturan main yang telah ditetapkan pemkot dan kepolisian. “Pemkot sudah bilang boleh, makanya kita akan main. Kita akan patuhi semua prosedur yang ditetapkan,” katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Walikota, Sutarmidji telah mengizinkan arak-arakan naga. Namun, kegiatan itu hanya dilaksanakan satu hari, yakni pada 9 Febuari mendatang di Jalan Gajahmada Pontianak. Arak-arakan naga maksimal dilaksanakan selama enam jam, mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB di Jalan Gajahmada. Sebelum diarak, naga berkumpul di Kebun Sajoek kemudian diarak menuju Jalan Gajahmada. Sedangkan saat naga buka mata pada 7 Pebruari, naga tidak boleh diarak. Jika ingin mengunjungi bermain di rumah-rumah untuk mengumpulkan dana, harus menggunakan truk.

February 5, 2009 at 19:28 Leave a comment

Jalan Hancur Jembatan Putus

SANGGAU-Seakan tak ada habisnya kisah jalan raya Jalur Kembayan B 1. Pasalnya jalan tersebut kondisinya semakin memprihatinkan. Sehingga akses transportasi yang menghubungkan Kecamatan Jangkang dengan daerah lainnya  harus terganggu, akibatnya masyarakat setempat dibuat bak katak dalam tempurung, lantaran mereka harus terkungkung tanpa keberdayaan. Dengan kapasitasnya sebagai jalan Provinsi yang dibangun tahun 1981, jalan sepanjang 65 Km itu memiliki arti penting bagi masyarakat setempat. Begitu pentingnya sehingga warga harus menebusnya dengan ratusan ribu rupiah untuk biaya ojek, jika bepergian Kata Pemuka Masyarakat Kecamatan Jangkang Arsinius Jiten kemarin.

Ia menyebutkan jalan yang dibangun sejak seperempat abad itu terkesan diabaikan, bahkan sudah beberapa kali pergantian Gubernur tidak pernah ada upaya dari pemerintah untuk melakukan perbaikan, baik berupa pengerasan apalagi pengaspalan. Rumor yang beredar para pengusaha yang bergerak dibidang pengembangan akses trasportasi terutama para kontraktor, sangat enggan diduga adanya kendala-kendala yang merugikan usaha pembangunan,kata dia.
Jika demikian permasalahnya, sebutnya, diharapkan para investor yang ingin beroperasi di daerah tersebut terlebih dahulu mengupayakan jaminan keamanan kepada pihak terkait. “Baik itu kepada tokoh masyarakat, pemuda, kepala desa dan temangung adat, bila perlu meminta perlindungan juga kepada aparat keamanan. Dengan demikian tidak ada lagi alasan takut, “ujarnya.

Jikapun ada upaya pemerintah untuk memperbaiki atau melakukan pemeliharaan dana yang dianggarkan sangat minim. Disebutkannya anggaran tersebut kisaran Rp193 juta, untuk pengerjaannya, sehingga kontraktornya tidak dapat merampungkan pekerjaan sesuai dengan yang diharapkan. “Dengan demikian masyarakat menganggap bahwa kinerja kontraktor tidak profesional, lantas kondisi jalan tak selang beberapa lama rusak kembali,”cetusnya. Disamping kian parahnya kondisi jalan, kini juga ada kerusakan pada ujung sebuah jembatan Sungai Kaen pada kilo meter 43, RT 10 Dusun Tanggung.

Selain itu terdapat beberapa kerusakan lain, seperti lobang jalan di sekitar jembatan yang mencapai 5 meter Akibatnya kendaraan yang melintas di jalan tersebut sudah berapa hari ini tidak lagi beroperasi.   Kondisi ini membuat warga menjadi khawatir. Jika saja tidak segera diperbaiki oleh pihak terkait maka jembatan yang sudah mulai tergerus itu menjadi jebol, sehingga ambruklah jembatan tersebut. Untuk mengantisipasi hal tersebut warga setempat berinisiatif melakukan perbaikan jembatan, dengan dana yang mereka galang sendiri, sedangkan bahan-bahan yang mereka pakai adalah batang pohon kelapa.

February 3, 2009 at 09:35 Leave a comment

Lokalisir Naga Diperluas

Michael Yan Sriwidodo

Michael Yan Sriwidodo

KEPUTUSAN Pemerintah Kota Pontianak mengizinkan perarakan naga pada perayaan Cap Goh Meh mendapat respon positif dari warga Tionghoa. Namun melokalisir kegiatan di Jalan Gajahmada dinilai tidak tepat. “Lokalisir itu akan membuat warga tumpah di satu tempat. Sebaiknya lokalisir diperluas,” kata Anggota DPRD Kalbar Michael Yan Sriwidodo di Pontianak kemarin (31/1). Ia mengusulkan, permainan naga dan barongsai juga diarahkan ke Jalan Pahlawan, Tanjungpura kemudian masuk ke Jalan Agus Salim dan kembali ke Jalan Gajahmada. “Saya kira rute ini sudah cukup untuk menampung dan bisa memberikan kenyamanan masyarakat yang ingin menonton,” tambahnya.

Terkait pelarangan pertunjukkan tatung, Michael memahaminya. Menurutnya, pelarangan itu bisa dimengerti tetapi harus dibiarkan bermain di klenteng-klenteng karena itu satu bentuk penghormatan. “Kalau di luar bisa saja diarahkan di atas mobil,”katanya. Pihaknya tetap mendukung apa yang telah diputuskan oleh pemerintah kota. Namun aktraksi tatung juga menarik masyarakat sekaligus wisatawan. “Harus dilihat bahwa permainan itu sebagai satu gerakan aktratif. Tapi kalau mengarah pada sadisme memang harus dilarang,” ujarnya. Rapat bersama antara pemkot, Ormas Melayu, masyarakat Tionghoa, kejaksaan, kepolisian beberapa waktu lalu telah diputuskan kalau perarakan naga diperbolehkan pada perayaan Cap Goh Meh. Pemkot memberi waktu enam jam untuk melakukan arakan naga di Jalan Gajahmada.

Namun pertemuan itu sepakat untuk melarang aktrasi tatung. ”Tatung tidak boleh di Kota Pontianak karena bukan budaya. Seandainya tetap ada, akan dihentikan,” kata Walikota Pontianak Sutarmidji. Naga hanya boleh diarak satu hari, pada 9 Febuari mendatang. Paling lama hanya enam jam, mulai pukul 13.00 WIB sampai 18.00 WIB di Jalan Gajahmada. Sebelum diarak, naga berkumpul di Kebun Sajoek. Kemudian diarak menuju Jalan Gajahmada. ”Hanya di Jalan Gajahmada saja. Jika ada di luar Jalan Gajahmada, akan dibubarkan,” kata Sutarmidji.Sedangkan saat naga buka mata pada 7 Febuari mendatang, naga tidak boleh diarak. Jika ingin mengunjungi bermain di rumah-rumah untuk mengumpulkan dana, harus menggunakan truk.

Sumber PontianakPost

February 1, 2009 at 05:52