Peringatan Titik Kulminasi Matahari

PONTIANAKPeringatan titik kulminasi atau posisi matahari tepat berada pada titik nol derajat garis equator, kemarin (22/9) dihadiri ratusan orang. Tidak hanya dari Pontianak, wisatawan dari beberapa daerah di negeri ini bahkan turis asing hadir. Namun Wali Kota Pontianak Sutarmidji menyadari kondisi kawasan Tugu Khatulistiwa yang kurang represntatif, membuat pengunjung tidak begitu nyaman. “Mudah-mudahan tahun depan sudah kita tata kawasan ini. Bapak ibu jika ke sini lagi tahun depan, kondisinya sudah tidak begini. Akan lebih baik,” kata Sutarmidji di hadapan pengunjung peringatan titik kulminasi.Pemkot Pontianak membuat tiga tenda undangan dan satu tenda utama. Tenda tersebut didirikan melingkar, mengelilingi titik nol derajat yang berada sekitar 200 meter dari Tugu Khatulistiwa. Tidak jauh dari bibir Sungai Kapuas.

(more…)

Advertisements

September 24, 2011 at 09:46 Leave a comment

Lomba Masak Makanan Khas Kalimantan Barat

PONTIANAK – Potensi alam yang ada di hutan, laut, dan sungai Kalimantan Barat juga diikutsertakan dalam Festival Budaya Bumi Khatulistiwa. Semuanya dikemas menarik menjadi makanan dalam lomba makanan serba ikan khas Kalbar, Rabu (21/9). Salah satunya buah tengkawang tungkul, yang dimasak bersama kulat dan rebung.”Ini buah tengkawang tungkul yang bisa menjadi bahan baku lipstik. Sekarang sudah susah diperoleh, kami hanya mendapat sedikit,” ujar Dayang Masnah, salah satu anggota tim peserta lomba masak dari Kabupaten Sekadau di Komplek Museum Kalbar, kemarin.Tengkawang tungkul merupakan sejenis tanaman meranti dengan nama latin shorea stenoptera burck. Tanaman ini khas hutan Kalbar. Biasanya biji dari buah tersebut diproses untuk diambil minyaknya, serta digunakan untuk pengolahan makanan cokelat, kosmetika, sabun, dan lilin. Tetapi ditangan Dayang dan teman-temannya, buah tengkawang tungkul bisa dimakan.
”Kami rendam dulu dengan air garam selama tiga hari. Lalu dimasak dengan rebung kering dan kulat (cendawan). Rebung dan kulat ini juga banyak di hutan kita. Coba saja cicipi rasanya,” kata Dayang sambil memberikan hasil masakannya.

Ketika dimakan, tekstur buah tengkawang terasa padat seperti tekstur cokelat. Hanya rasanya berbeda. Tidak manis, dan terasa pas asinnya. Tak hanya buah tengkawang, dalam lomba makanan serba-ikan khas Kalbar itu juga ditemukan buah-buah hutan lainnya. Misalnya pekawai, langir, kelili, labu, dan lainnya. Sesuai dengan judul lomba, semuanya dipadukan dengan masakan berbahan dasar ikan. Ada ikan jelawat, tuna, baung, patin, tapah, seladang, dan jenis ikan lainnya.Lomba memasak diikuti 11 peserta dari 11 kabupaten di Kalbar. Sayangnya, satu kabupaten, Sambas, dan dua kota yakni Singkawang dan Pontianak tidak ikut serta. Padahal perlombaan diselanggarakan di Pontianak.

Ketua Panitia Lomba Makanan Serba Ikan Khas Kalbar Mieske Anggraini mengatakan semua kabupaten dan kota diundang untuk mengikuti lomba. ”Menurut perkiraan kami, mungkin ada yang tidak siap. Tetapi undangan sudah kami kirimkan,” ujar Mieske.Ia menjelaskan perlombaan sengaja menggunakan bahan dasar ikan karena banyak vitaminnya. Lomba juga tidak boleh menggunakan bahan-bahan dari luar Kalbar seperti keju. ”Kami ingin menunjukkan bahwa potensi tanaman di Kalbar juga bisa olah menjadi makanan. Biaya tidak menjadi penilaian, karena belum tentu makanan mahal juga terjamin ada gizinya,” kata Mieske. Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Kalbar, Ratna Yuniar berharap dengan adanya perlombaan tersebut dapat mempromosikan masakan khas Kalbar. Apalagi perlombaan dirangkaikan dengan Festival Budaya Bumi Khatulistiwa X. ”Di Kalbar banyak bumbu yang bisa digunakan untuk masak. Yang terpenting adalah cara pengolahan dan tetap memperhatikan nilai gizinya,” ujar Ratna.

Dalam perlombaan tersebut, juara pertama diraih Kabupaten Pontianak dengan masakan Pais Putri Chandramidi, Ikan Masak Berempah, dan beberapa jenis makanan lainnya. Juara kedua diraih Kabupaten Sanggau dengan masakah Pais Gondang Patikala, Tongkat Tebu Toluk, Serbat Ikan, Peletuk Ikan, dan lainnya. Juara ketiga diraih Kapuas Hulu dengan makanan Sambal Udang Tempoyak, Asam Pedas Seladang Campur, Peletuk Ikan Bilis, dan lainnya.

September 22, 2011 at 16:38 Leave a comment

Brajamusti Basketball Open Tournament 2011

PONTIANAK–Tim basket Jambore A mengalahkan tim Telkom dengan skor 58 – 50 dalam lanjutan turnamen bola basket Brajamusti Basketball Open Tournament 2011 yang berlangsung sore kemarin di GOR Perbasi Kota Pontianak. Dengan hasil ini, tim basket Jambore A yang belum terkalahkan hingga pertandingan terakhir tadi sore tetap bercokol di puncak klasemen setelah menyapu bersih semua tim lawan di group B senior putra.Pertandingan antara Jambore A melawan Telkom berjalan sangat seru. Bahkan tim Jambore A sempat jauh lebih unggul atas Telkom dengan skor 17 – 4, 32 – 18, 48 – 26 pada kuarter pertama, kedua dan ketiga. Memasuki kuarter keempat kedua tim bersaing lebih ketat agar tidak kemasukan angka. Tampak permainan kali ini didominasi oleh Telkom yang sempat hampir mengejar ketertinggalan. Namun anak-anak Jambore A mampu bermain cemerlang di kuarter keempat atau kuarter terakhir hingga akhirnya unggul diakhir pertandingan. Dengan hasil itu Jambore A memastikan diri untuk masuk ke babak semifinal.

Entah tim mana yang akan bertemu kami dipertandingan nanti disemifinal, yang pasti persiapan yang matang bagi pemain serta kerjasama tim semua itu tidak menjadi masalah buat Oktavianus sekali pun itu lawan yang kuat. “ Saya cukup atas tim asuhan saya dapat masuk ke final, apa lagi sejak dilaksanakan Brajamusti Basketball Open Tournament 2011 jumat lalu tim kami belum pernah kalah atas tim lawan,” ujar pelatih yang telah 14 tahun dipercaya melatih Jambore.Koordinator pertandingan Brajamusti Basketball Open Tournament 2011, Ade Simorangkir mengatakan besok (hari ini) akan ada pertandingan seru antar semua tim yang bertanding. Sebab pertandingan ini merupakan perebutan juara siapa yang akan lolos ke babak final. Adapun tim yang bertanding untuk kategori umur under 18 tahun Star KKR vs Panca Karsa Pinyuh, dan Meteor A vs Vois A. Untuk kategori senior putri SP vs New Power, dan Tenaga Baru vs Jambore.

September 17, 2011 at 13:06 Leave a comment

Distribusi BBM ke Hulu Bermasalah

Pontianak – PT Pertamina diminta serius menggarap pembangunan tempat penampungan minyak (jobber) di Sanggau. Hal itu dipandang perlu untuk mempermudah distribusi BBM di wilayah hulu Kalbar.

“Pertamina harus tegas terhadap pembangunan jobber tersebut,” desak Sofyano Zakaria, Direktur Pusat Studi Kebijakan Publik (Puskepi) kepada Equator, Minggu (4/9). (more…)

September 7, 2011 at 14:14 Leave a comment

PLN Siap Tertibkan Biaya Pasang Listrik

Pontianak – Pemasangan baru listrik untuk wilayah Sintang dan sekitarnya masih mencekik rakyat. Hanya untuk daya 900 VA, pelanggan harus menguras dompet mulai Rp 5 juta hingga Rp 7 juta di luar pemasangan instalatir dalam rumah. Ironisnya harga tersebut seolah sudah diberlakukan PT PLN Ranting Sintang.

“Jelas ini memberatkan kita sebagai calon pelanggan. Saya saja pasang baru dengan da (more…)

September 6, 2011 at 12:11 1 comment

Setoran Modal Bank Kalbar Rp250 M

Pontianak – Komitmen Bank Kalbar menjadi Regional Champion di Kalbar mendapat dorongan dari pemerintah provinsi dan DPRD Kalbar. Dorongan tersebut berupa disetujuinya penambahan setoran modal sebesar Rp250 miliar hingga 2015 mendatang.

“Setelah melakukan pembahasan, Pansus bersama tim eksekutif dan hasil konsultasi dengan Mendagri, penyertaan modal itu tidak dipermasalahkan. Namun, pola penyertaan modalnya saja yang diubah,” kata M Syafrani SH, Ketua Pa (more…)

September 5, 2011 at 14:10 Leave a comment

Kaji Fenomena Gempa di Singkawang

Singkawang – Gempa yang terjadi di Kota Singkawang, Kabupaten Bengkayang, dan Kabupaten Pontianak, baru-baru ini sangat meresahkan masyarakat. Rasa tidak percaya menggelayuti, karena telanjur sudah diklaim jauh hari, bahwa Kalbar tidak akan gempa. Apalagi didukung hasil penelitian. (more…)

September 5, 2011 at 14:09 Leave a comment

Older Posts